Pengamat: Arab Saudi-Indonesia Diharapkan Lebih Saling Mengenal Kebudayaan Masing-masing Negara

Photo: Nidiya/MINA
Photo: Nidiya/MINA

Jakarta, 18 Jumadil Akhir 1437/28 Maret 2016 (MINA) – Seorang Pengamat Timur Tengah, Muhammad Luthfi Zuhdi, mengatakan, adanya Pekan Kebudayaan Arab Saudi diharapkan dapat membuat kedua negara saling mengenal kebudayaannya masing-masing.

Hal itu disampaikannya dalam Ceramah Umum “Peran Budaya dalam Memperkuat Hubungan Arab Saudi-Indonesia” di Auditorium IV FIB Universitas Indonesia (UI), Depok, Senin (28/3).

“Meskipun pengaruh kebudayaan Arab Saudi di Indonesia sudah dimulai pada abad ke-19, namun tentunya dalam pergantian abad akan selalu ada yang berubah. Maka dari itu kedua negara harus terus saling mengenal kebudayaan masing-masing,” ujarnya.

Luthfi mengatakan, dengan adanya keberagaman kebudayaan antar kedua negara, justru harus saling memahami dan menghargai satu sama lain, tidak saling menggurui.

Secara diplomatik hubungan Indonesia dengan Arab Saudi mulai terjalin pada 1950.

Ceramah ini diadakan dalam rangkaian acara Pekan Kebudayaan Saudi yang pertama kali digelar di Indonesia ini dilaksanakan mulai 26 hingga 31 Maret 2016.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan membuka acara Pekan Kebudayaan Arab Saudi di Museum Nasional, Jakarta Pusat, Sabtu (26/3) malam.

Pembukaan Pekan Kebudayaan Saudi dihadiri Wakil Menteri Penerangan dan Kebudayaan untuk urusan Internasional Arab Saudi sekaligus Ketua Delegasi Kebudayaan Arab Saudi Abdulmohsen Farouq Ilyas, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, mantan Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar, Mantan Menteri Sosial RI era Presiden SBY Dr Salim Segaf Al-Jufri, Kepala Museum Nasional Intan Mardiana, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Mustafa Ibrahim Al-Mubarak, serta dubes negara-negara sahabat.(L/P008/Fit/P2)
Mi’raj Islamic News Agency (MINA)