Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pentagon Akui Biaya Perang AS-Iran Tembus Rp507 Triliun

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Rabu, 13 Mei 2026 - 17:05 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 - 17:05 WIB

25 Views ㅤ

Pejabat senior Pentagon Jules Hurst (foto: IG)

Washington, MINA – Pentagon mengungkapkan biaya perang Amerika Serikat terhadap Iran hingga kini telah mencapai USD29 miliar atau sekitar Rp507 triliun.

Angka tersebut meningkat tajam dibanding estimasi sebelumnya dan menunjukkan besarnya beban finansial yang harus ditanggung Washington dalam konflik yang terus berlangsung di Timur Tengah. Anadolu melaporkan, Rabu (13/5)

Pejabat senior Pentagon Jules Hurst mengatakan kenaikan biaya itu dipengaruhi oleh pembaruan penghitungan perbaikan dan penggantian peralatan militer, serta biaya operasional pasukan AS di kawasan.

Sebelumnya, pada akhir April lalu, Pentagon memperkirakan biaya perang masih berada di angka USD25 miliar atau sekitar Rp437 triliun.

Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal

Pernyataan tersebut disampaikan dalam sidang dengar pendapat di Kongres AS bersama Menteri Pertahanan Pete Hegseth dan Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine.

Sejumlah anggota parlemen dari Partai Demokrat maupun Republik mempertanyakan transparansi Pentagon terkait rincian pengeluaran perang dan dampaknya terhadap anggaran negara.

Konflik AS-Iran sendiri memicu dampak ekonomi yang lebih luas, termasuk kenaikan harga energi global akibat ketegangan di Selat Hormuz. Perkiraan total biaya jangka panjang perang, termasuk perawatan veteran, penguatan militer, dan dampak ekonomi domestik, bisa mencapai lebih dari USD1 triliun.

Di sisi lain, Iran juga disebut mengalami kerugian ekonomi yang sangat besar akibat konflik tersebut. Sejumlah pejabat Teheran memperkirakan kerusakan langsung dan tidak langsung akibat perang mencapai sekitar USD270 miliar, mencakup infrastruktur, fasilitas energi, dan aktivitas ekonomi nasional.

Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi

Pemerintah Iran bahkan disebut tengah menuntut kompensasi dalam pembicaraan internasional dengan AS. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran

Rekomendasi untuk Anda

MINA Sport
Indonesia
Internasional
Info MINA