Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penunjukan Dubes Israel ke Somaliland Picu Ketegangan Baru di Somalia

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Senin, 27 April 2026 - 06:35 WIB

Senin, 27 April 2026 - 06:35 WIB

88 Views ㅤ

Peta Somalia (The Mapcentre)

Mogadishu, MINA – Langkah Israel menunjuk duta besar untuk wilayah Somaliland memicu ketegangan baru di Somalia, yang menilai kebijakan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan dan keutuhan wilayahnya.

Pemerintah Somalia menegaskan wilayah Somaliland tetap merupakan bagian sah dari negaranya. Anadolu melaperkan, Ahad (26/4).

Kementerian Luar Negeri Somalia mengecam keras keputusan tersebut dan menyebutnya bertentangan dengan hukum internasional, termasuk Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan prinsip Uni Afrika.

Pemerintah di Mogadishu juga menolak segala bentuk upaya yang mengarah pada pengakuan diplomatik terhadap wilayah yang memisahkan diri tersebut.

Baca Juga: 109 Tahun Balfour, Parlemen Arab Tegaskan Hak Palestina Tak Bisa Dihapus oleh Waktu

Penunjukan duta besar ini merupakan kelanjutan dari langkah Israel yang sebelumnya mengakui Somaliland sebagai negara merdeka pada akhir 2025.

Keputusan itu menjadikan Israel sebagai negara pertama yang memberikan pengakuan resmi terhadap wilayah yang memproklamasikan kemerdekaan dari Somalia sejak 1991.

Sejumlah negara Muslim dan Arab turut mengecam kebijakan tersebut, menyebutnya sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap integritas teritorial Somalia.

Reaksi keras ini mencerminkan kekhawatiran bahwa langkah tersebut dapat memicu instabilitas di kawasan Tanduk Afrika yang selama ini rentan konflik.

Baca Juga: PM Anwar Ibrahim Waspadai Ancaman Siber Israel

Di sisi lain, otoritas Somaliland justru menyambut hubungan diplomatik dengan Israel sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi internasionalnya. Wilayah itu selama ini beroperasi secara de facto sebagai entitas mandiri, meski belum diakui secara luas oleh komunitas internasional.

Penunjukan itu membuka ruang rivalitas baru di sekitar Laut Merah yang memiliki nilai strategis tinggi. Somalia pun mendesak komunitas internasional untuk tidak mendukung langkah yang dinilai dapat melemahkan persatuan nasionalnya. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Presiden Nigeria Tinubu Masuki Ka’bah dan Shalat di Dalamnya

Rekomendasi untuk Anda