Yerusalem, MINA – Perhimpunan Ulama Palestina (PSA) memperingatkan, rezim penjajah Israel telah beralih dari menargetkan rakyat Palestina dan tanah ke fase baru peperangan yang diarahkan pada ritual-ritual Islam dan tempat-tempat suci.
Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Sabtu (4/7), PSA mengatakan bahwa serangan Israel terhadap masjid-masjid, Al-Qur’an, azan, serta Masjid Al-Aqsa dan Ibrahimi merupakan agresi sistematis terhadap identitas umat Islam secara keseluruhan, bukan hanya terhadap rakyat Palestina.
PSA menyoroti serangkaian pelanggaran yang dilakukan oleh pendudukan Israel, termasuk penghancuran sekitar 1.000 masjid di Jalur Gaza sejak dimulainya perang. PSA juga mengutip kasus-kasus terdokumentasi tentang pembakaran, perobekan, dan penodaan salinan Al-Qur’an oleh pasukan dan pemukim Israel, serta penghinaan publik yang diarahkan kepada Nabi Muhammad di dalam Masjid Al-Aqsa selama tur pemukim.
Pelanggaran tambahan termasuk serangan pembakaran terhadap masjid-masjid di Tepi Barat dan rancangan undang-undang yang baru-baru ini disetujui oleh Knesset yang membatasi azan.
Baca Juga: Jumlah Perempuan Palestina di Penjara Israel Capai 88 Orang
PSA mendesak para pemimpin negara-negara Islam untuk mengambil tanggung jawab mereka dengan mendukung Palestina, melindungi tempat-tempat sucinya dan memperkuat keteguhan rakyat Palestina.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Hebron Setelah 10 Hari Serangan Militer
















Mina Indonesia
Mina Arabic