Perspektif Sains dalam Tafsir Al-Maraghi Tentang Penciptaan Hawa

Muhammad Yusuf (dok MINA)

Oleh Muhammad Yusuf, Alumnus Prodi Bioteknologi (S1) Universitas Padjajaran (Unpad)

Pemahaman umum yang mengakar kuat di masyarakat adalah keyakinan bahwa Hawa diciptakan dari tulang rusuk Nabi Adam.

Bahkan, ada ungkapan yang mengakar kuat di kalangan masyarakat bahwa laki-laki memiliki satu tulang rusuk lebih sedikit dibandingkan perempuan.

Namun, perspektif anatomi menunjukkan bahwa jumlah tulang rusuk manusia, baik laki-laki maupun perempuan, adalah sama, yaitu 24 tulang atau 12 pasang.

Tafsir Surat An-Nisa Ayat 1

Surat An-Nisa ayat 1 berbunyi:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمُ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَٰحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَآءً ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ٱلَّذِى تَسَآءَلُونَ بِهِۦ وَٱلْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.”

Perspektif Bioteknologi: Cloning

Dalam ilmu bioteknologi, terdapat konsep “cloning” yang memungkinkan penciptaan organisme baru yang secara genetik identik dengan organisme yang ada.

Baca Juga:  14 Jamaah Haji Yordania Meninggal Karena Suhu Panas

Kloning secara teknis berarti meniru, dengan maksud membentuk organ hidup buatan yang mirip dengan organ aslinya.

Jika konsep ini diterapkan pada penciptaan Hawa, hipotesis yang muncul adalah bahwa Hawa adalah kloningan dari Adam dengan mengambil sampel berupa tulang rusuk Nabi Adam. Namun, konsep kloning ini membawa beberapa implikasi genetik yang sangat mendasar:

Jenis Kelamin

Jika Hawa adalah kloning Adam, maka Hawa akan memiliki kromosom XY, yang berarti Hawa akan menjadi laki-laki, bukan perempuan dengan kromosm XX. Ini bertentangan dengan deskripsi Hawa sebagai perempuan dalam Agama Islam.

Variasi Genetik

Dalam reproduksi alami, kombinasi gen dari dua individu berbeda memungkinkan adanya variasi genetik, yang penting untuk kesehatan dan keberlanjutan spesies.

Baca Juga:  Hamas Masih Mampu Timbulkan Kerugian Besar Bagi Israel

Kloning tidak mungkin menyediakan variasi ini, sehingga meningkatkan risiko penyakit genetik akibat mutasi homozigot, di mana dua gen resesif yang berbahaya dapat bertemu. Konsep ini juga salah-satu alasan diharamkannya pernikahan sedarah.

Prespektif Baru Al-Maraghi

Tafsir Al-Maraghi adalah karya besar yang luar biasa dalam penafsiran Al-Qur’an di era kontemporer.

Al-Maraghi menjelaskan Surat An-Nisa ayat 1, bahwa “nafs wahidah” berarti satu jenis yang sama, merujuk pada Nabi Adam sebagai manusia pertama.

Dari jenis spesies manusia yang sama ini, Allah menciptakan pasangannya, yaitu Hawa. Ini menekankan bahwa Hawa diciptakan dari dengan sturktur yang sama dengan Adam sebagai spesies Homo Sapiens (manusia dengan kecerdasan).

Baca Juga:  Puncak Haji Hari Kedua: 120 Jamaah Indonesia Meninggal di Tanah Suci

Selain itu, Al-Maraghi menafsirkan bahwa penciptaan manusia, baik Adam maupun Hawa, berasal dari bahan yang sama, yaitu tanah. Ini menandakan tidak adanya perbedaan fundamental antara laki-laki dan perempuan dalam hal penciptaan.

Mereka berdua berasal dari bahan yang sama, yaitu tanah dan jiwa yang sama, sehingga memiliki harkat, martabat dan derajat yang setara dalam pandangan Allah Sang Pencipta.

Pemahaman bahwa Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam perlu dilihat kembali dalam konteks sains modern dan tafsir Al-Qur’an yang lebih mendalam.

Tafsir Al-Maraghi memberikan perspektif bahwa Hawa, sebagaimana Adam, diciptakan dari substansi yang sama, menunjukkan kesetaraan dalam penciptaannya.

Teori bioteknologi seperti kloning juga bisa membantu membuka prespektif menarik tentang bagaimana memahami narasi-narasi penciptaan dalam Al-Qur’an melaui pengetahuan ilmiah yang terus berkembang. Wallahu‘alam.

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Wartawan: Widi Kusnadi

Editor: Rendi Setiawan