Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perundingan AS-Iran di Swiss Belum Berakhir, Mediasi Terus Berlanjut

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Senin, 22 Juni 2026 - 03:42 WIB

Senin, 22 Juni 2026 - 03:42 WIB

73 Views ㅤ

Meja perundingan AS-Iran di Islamabad,(Foto: Tasnim)

Jenewa, MINA – Perundingan antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung di Swiss dilaporkan belum berakhir meskipun sempat mengalami penundaan setelah delegasi Iran menghentikan sementara partisipasinya dalam pembahasan.

Sumber pemerintah Pakistan yang terlibat dalam proses mediasi menyatakan bahwa pembicaraan masih terbuka untuk dilanjutkan. Menurut sumber tersebut, para mediator dari Pakistan dan Qatar terus melakukan pendekatan diplomatik guna mendorong kedua pihak kembali ke meja perundingan. Anadolu melaporkan, Ahad (21/6)

Penundaan terjadi setelah muncul pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang dinilai mengganggu suasana dialog. Laporan berbagai media internasional menyebutkan pihak Iran meninggalkan sesi pembahasan sebagai bentuk protes terhadap ancaman yang disampaikan Washington, meskipun jalur komunikasi diplomatik tetap dipertahankan oleh para mediator.

Sebelumnya, putaran pertama perundingan empat pihak yang melibatkan Amerika Serikat, Iran, Pakistan, dan Qatar telah digelar di kawasan Burgenstock, Swiss.

Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme

Pertemuan yang berlangsung sekitar 80 menit itu difokuskan pada implementasi kesepahaman sementara antara kedua negara, termasuk isu stabilitas kawasan, konflik Lebanon, pembukaan kembali Selat Hormuz, serta langkah-langkah pengurangan ketegangan regional.

Isu program nuklir Iran dilaporkan belum menjadi agenda utama dalam sesi awal tersebut.

Pembicaraan di Swiss menjadi bagian dari upaya diplomasi yang lebih luas setelah meningkatnya ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel dalam beberapa bulan terakhir.

Swiss kembali memainkan peran sebagai tuan rumah netral, sementara Pakistan dan Qatar berupaya menjembatani perbedaan pandangan kedua negara. Pemerintah Swiss juga menegaskan komitmennya menyediakan ruang perundingan yang aman dan rahasia bagi seluruh pihak yang terlibat.

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Meski belum menghasilkan terobosan besar, sejumlah pejabat Amerika menyebut perundingan menunjukkan perkembangan positif dan masih memiliki peluang untuk dilanjutkan dalam beberapa hari ke depan.

Keberhasilan dialog ini akan menjadi faktor penting bagi stabilitas Timur Tengah, terutama terkait keamanan jalur energi global di Selat Hormuz serta upaya meredakan konflik yang melibatkan Iran dan sekutunya di kawasan. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun

Rekomendasi untuk Anda