Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perundingan AS-Iran DI Swiss Fokus pada Upaya Akhiri Konflik dan Pencabutan Sanksi Ekonomi

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Senin, 22 Juni 2026 - 01:51 WIB

Senin, 22 Juni 2026 - 01:51 WIB

14 Views ㅤ

Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf (Foto: Syed Abbas Araghchi Commentary/X)

Teheran, MINA – Pemerintah Iran menegaskan bahwa perundingan yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat di Swiss saat ini difokuskan pada upaya mengakhiri konflik, pelonggaran sanksi ekonomi, serta pembebasan aset-aset Iran yang dibekukan di luar negeri, sebelum membahas isu-isu lain yang lebih kompleks.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei, pada Ahad (21/6) mengatakan pembahasan di Swiss diarahkan untuk memastikan pelaksanaan komitmen yang telah disepakati dalam nota kesepahaman antara kedua negara. Menurutnya,

Teheran ingin melihat langkah konkret dari Washington terkait penghentian permusuhan, pengurangan tekanan ekonomi, dan pencairan dana Iran yang selama ini diblokir oleh sanksi internasional. Tasnim melaporkan, Ahad (21/6).

Iran juga menegaskan bahwa pembicaraan mengenai kesepakatan final belum dapat dimulai sebelum sejumlah poin utama dalam nota kesepahaman tersebut dijalankan.

Baca Juga: Luksemburg Siapkan Aturan Larang Produk Permukiman Israel

Di antaranya adalah berakhirnya konflik yang masih berlangsung di Lebanon, pelonggaran sanksi terhadap sektor energi Iran, serta akses terhadap aset negara yang dibekukan di berbagai negara.

Perundingan yang berlangsung di kawasan Burgenstock, Swiss, dimediasi oleh Pakistan dan Qatar. Putaran pertama dialog dilaporkan telah menghasilkan sejumlah kemajuan, termasuk pembahasan mengenai kemungkinan pelonggaran sementara sanksi ekspor minyak Iran dan mekanisme pelepasan sebagian aset yang dibekukan.

Namun, proses tersebut sempat terganggu setelah muncul pernyataan keras Presiden AS Donald Trump yang memicu ketegangan baru di antara kedua delegasi.

Wakil Presiden AS JD Vance sebelumnya menyebut pembicaraan di Swiss menunjukkan perkembangan positif. Selain isu sanksi dan aset beku, kedua pihak juga membahas implementasi gencatan senjata, keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz, serta langkah-langkah membangun kembali kepercayaan setelah bertahun-tahun hubungan Washington dan Teheran diwarnai ketegangan.

Baca Juga: Arab Saudi Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan dengan AS di Tengah Serangan Houthi

Kesepakatan mengenai sanksi dan aset Iran berpotensi membuka jalan bagi negosiasi yang lebih luas, termasuk isu program nuklir Iran yang hingga kini masih menjadi salah satu sumber utama perselisihan antara Teheran dan Washington. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Raja Yordania: Ambisi Ekspansionis Israel Ancaman Terbesar Masa Depan Kawasan

Rekomendasi untuk Anda

Dunia Islam
Internasional
Internasional
Internasional