Jerusalem, MINA – Nickolay Mladenov, perwakilan tinggi Dewan Perdamaian (Board of Peace) yang mengawasi gencatan senjata di Gaza menyatakan bahwa pihaknya tidak menuntut pembubaran Hamas sebagai gerakan politik, namun kembali menegaskan bahwa pelucutan senjata kelompok bersenjata adalah hal yang tidak bisa ditawar.
“Kami tidak meminta Hamas lenyap sebagai gerakan politik,” kata Mladenov dalam konferensi pers di Yerusalem, seperti dilansir Anadolu Agency, Kamis (14/5).
Meski demikian, ia mengulangi tuntutan agar Hamas dan kelompok bersenjata lainnya melucuti senjata mereka dan menggambarkan masalah ini tidak bisa dinegosiasikan.
“Tujuh bulan setelah gencatan senjata mulai berlaku pada Oktober 2025 pintu menuju masa depan Gaza masih tertutup,” ujarnya.
Baca Juga: Jumlah Perempuan Palestina di Penjara Israel Capai 88 Orang
“Ini bukanlah apa yang dijanjikan kepada rakyat Palestina dan bukan pula yang pantas mereka terima. Ini juga tidak memberikan keamanan bagi Israel untuk melangkah maju, sebagaimana yang juga diinginkan oleh rakyat Israel,” tambah Mladenov.
“Kita memiliki gencatan senjata. Gencatan senjata itu bertahan. Tidak sempurna. Jauh dari sempurna. Setiap hari terjadi pelanggaran, dan beberapa di antaranya sangat serius,” katanya, merujuk pada terus berlangsungnya pelanggaran gencatan senjata oleh tentara Israel.
Dewan Perdamaian dibentuk pada Januari 2026 atas inisiatif Presiden AS Donald Trump sebagai bagian dari upaya mencapai penyelesaian damai di Gaza. Washington kemudian menyatakan bahwa sejumlah negara lain telah bergabung dalam inisiatif tersebut.
Sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, serangan dan tembakan Israel telah menewaskan sekitar 856 warga Palestina dan melukai 2.463 lainnya, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.
Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Hebron Setelah 10 Hari Serangan Militer
Kesepakatan gencatan senjata tersebut menyusul dua tahun genosida di Gaza yang diluncurkan Israel pada Oktober 2023. Serangan ofensif Israel kemudian berlanjut dalam berbagai bentuk, menewaskan lebih dari 72.000 warga Palestina, melukai lebih dari 172.000 lainnya, dan menghancurkan sekitar 90 persen infrastruktur sipil di Gaza.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Israel Lanjutkan Serangan di Gaza, Lima Warga Palestina Syahid
















Mina Indonesia
Mina Arabic