Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

PM Spanyol Pedro Sánchez Tuduh Israel Sebarkan Hoax tentang Krisis Ceuta

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Selasa, 1 September 2026 - 16:57 WIB

Selasa, 1 September 2026 - 16:57 WIB

22 Views ㅤ

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez (foto: X)

Madrid, MINA – Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez menuduh jaringan yang terkait dengan Israel turut menyebarkan hoax yang memperburuk krisis migrasi di Ceuta pada akhir Juli 2026.

Tuduhan tersebut disampaikan Sánchez dengan merujuk pada penelitian dinas diplomatik Uni Eropa, European External Action Service (EEAS). Anadolu melaporkan, Selasa (1/9).

Sánchez mengatakan informasi palsu mulai beredar luas di media sosial setelah 30 dan 31 Juli, ketika puluhan ribu migran dari Maroko berupaya memasuki Ceuta, wilayah enklave Spanyol di Afrika Utara.

Narasi yang beredar antara lain menyebut migran yang berhasil memasuki wilayah tersebut tidak dapat segera dipulangkan ke Maroko.

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Menurut Sánchez, jaringan yang disebut memiliki keterkaitan dengan Rusia dan Israel bersama kelompok sayap kanan internasional memanfaatkan isu migrasi untuk menyerang Pemerintah Spanyol sekaligus memperuncing perpecahan di Eropa.

Ia menilai penyebaran informasi palsu tersebut turut mendorong kepanikan dan arus migrasi dalam jumlah besar.

Krisis itu terjadi ketika lebih dari 70.000 orang dilaporkan memasuki Ceuta dari wilayah Maroko dalam beberapa hari.

Sebagian besar kemudian kembali ke Maroko, tetapi ribuan lainnya masih bertahan di wilayah tersebut. Pemerintah Spanyol memperkirakan sekitar 3.500 hingga 7.000 migran masih berada di Ceuta, termasuk anak-anak tanpa pendamping.

Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun

Sánchez juga menepis dugaan bahwa Pemerintah Maroko berada di balik gelombang migrasi tersebut. Ia mengatakan tidak ada informasi dari badan intelijen yang bekerja sama dengan Madrid yang menunjukkan keterlibatan otoritas Maroko.

Pemerintah Spanyol justru menekankan pentingnya kerja sama dengan Rabat untuk menyelesaikan krisis tersebut.

Namun, Israel membantah tuduhan Madrid, sementara penyelidikan mengenai penyebab krisis masih berlangsung. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Usai Penutupan Konsulat di Yerusalem Timur

Rekomendasi untuk Anda