Beirut, MINA – Seorang anggota parlemen Prancis Jean Luc Melenchon mendesak pemerintahannya untuk mengerahkan kapal induknya ke kawasan Mediterania Timur sebagai langkah pencegahan terhadap kemungkinan invasi Israel yang lebih luas ke wilayah Lebanon.
Seruan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di perbatasan kedua negara dan berlanjutnya serangan militer Israel di sejumlah wilayah Lebanon. Al-Mayadeen melaporkan, Jumat (5/6).
Melenchon tersebut menilai Prancis memiliki tanggung jawab moral dan historis untuk membantu menjaga stabilitas negaranya.
Kehadiran kapal induk Prancis, menurutnya, dapat menjadi sinyal kuat kepada Israel agar tidak memperluas operasi militernya yang berpotensi menyeret kawasan ke dalam konflik yang lebih besar.
Baca Juga: Hakim Prancis Selidiki Aduan Kejahatan Perang Tentara Israel di Lebanon
Permintaan itu disampaikan ketika situasi keamanan di Lebanon selatan semakin memburuk akibat serangan udara dan operasi militer Israel yang terus berlangsung.
Dalam beberapa bulan terakhir, bentrokan lintas perbatasan telah menyebabkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta memaksa ribuan warga meninggalkan tempat tinggal mereka.
Prancis selama ini merupakan salah satu negara yang aktif terlibat dalam upaya diplomatik untuk menjaga stabilitas Lebanon.
Paris juga memiliki peran penting dalam Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL), yang bertugas memantau penghentian permusuhan di wilayah perbatasan Lebanon-Israel berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701.
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
Sejumlah pengamat menilai pengerahan kekuatan militer Prancis ke kawasan akan menjadi langkah yang sensitif karena berpotensi meningkatkan ketegangan geopolitik.
Namun, mereka juga menilai kehadiran armada internasional dapat berfungsi sebagai faktor penyeimbang guna mencegah terjadinya eskalasi yang lebih luas, terutama di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap kemungkinan pecahnya perang regional.
Hingga kini pemerintah Prancis belum memberikan indikasi akan memenuhi permintaan tersebut. Meski demikian, Paris terus menyerukan penghormatan terhadap hukum internasional, perlindungan warga sipil, dan penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.
Komunitas internasional juga mendesak semua pihak untuk menahan diri guna mencegah memburuknya situasi keamanan di Lebanon dan kawasan Timur Tengah secara keseluruhan. []
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic