Beirut, MINA – Presiden Lebanon Joseph Aoun menyerukan perpanjangan mandat Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) yang dijadwalkan berakhir pada 31 Desember 2026.
Menurut Aoun, keberadaan pasukan internasional tetap diperlukan untuk menjaga stabilitas di Lebanon selatan dan mendukung peran Angkatan Bersenjata Lebanon. Al-Madayeen melaporkan, Selasa (18/8).
Aoun menyampaikan sikap tersebut saat menerima delegasi anggota parlemen Lebanon yang mendorong agar mandat UNIFIL dipertahankan. Ia menyebut perpanjangan mandat sebagai pilihan utama untuk memastikan keberlanjutan kehadiran internasional di wilayah selatan Lebanon.
Jika perpanjangan tidak disetujui, Aoun mengatakan Beirut akan mencari formula alternatif yang memiliki dasar hukum untuk mempertahankan keberadaan pasukan internasional di Lebanon selatan. Pasukan tersebut nantinya dapat bekerja bersama dan berkoordinasi dengan militer Lebanon dalam menjaga keamanan kawasan.
Baca Juga: Presiden Nigeria Tinubu Masuki Ka’bah dan Shalat di Dalamnya
Mandat UNIFIL ditetapkan berakhir pada 31 Desember 2026 berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2790 yang disahkan pada Agustus 2025. Resolusi tersebut menetapkan perpanjangan terakhir misi sebelum proses penarikan pasukan dilakukan secara bertahap.
Aoun menilai keberadaan UNIFIL penting untuk mempertahankan stabilitas di Lebanon selatan serta membantu warga tetap tinggal di desa-desa mereka.
Ia juga menyebut Israel selama hampir setahun telah menekan agar keberadaan UNIFIL di kawasan tersebut diakhiri, sementara pemerintah Lebanon tetap meminta misi PBB dipertahankan.
Dorongan Beirut muncul ketika situasi keamanan Lebanon selatan masih rentan. Human Rights Watch juga sebelumnya menyerukan agar PBB memastikan tetap adanya pasukan internasional di wilayah tersebut guna melindungi warga sipil dan mencegah pelanggaran hak asasi manusia.
Baca Juga: Prodi Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar Diminati 600 Mahasiswa
Dengan demikian, masa depan UNIFIL kini menjadi salah satu isu penting dalam upaya menjaga stabilitas perbatasan Lebanon-Israel. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Sejak Agustus, 290.000 Warga Yaman Mengungsi Akibat Konflik
















Mina Indonesia
Mina Arabic