Beirut, MINA – Serangan pesawat nirawak (drone) Israel menghantam kawasan permukiman di Lebanon selatan, menyebabkan sedikitnya satu warga sipil tewas dan 12 lainnya mengalami luka-luka.
Insiden tersebut kembali meningkatkan ketegangan di wilayah perbatasan yang hingga kini masih diliputi konflik meski berbagai upaya diplomasi terus dilakukan. Al-Mayedeen melaporkan, Kamis (6/8).
Serangan terjadi di wilayah selatan negara itu dan mengenai area yang dihuni warga sipil. Tim penyelamat segera mengevakuasi para korban ke rumah sakit terdekat, sementara sejumlah bangunan dan kendaraan dilaporkan mengalami kerusakan akibat ledakan.
Militer Israel belum memberikan penjelasan rinci terkait serangan tersebut. Namun, Tel Aviv selama ini menyatakan operasi militernya di Lebanon ditujukan untuk menyerang posisi dan infrastruktur Hezbollah.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Di sisi lain, pemerintah Lebanon menilai serangan berulang itu sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan negaranya dan membahayakan keselamatan warga sipil.
Serangan drone tersebut terjadi ketika proses diplomasi antara Lebanon dan Israel masih berlangsung. Beberapa hari sebelumnya, kedua pihak menggelar putaran ketujuh perundingan tidak langsung di Roma.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) berulang kali menyerukan agar semua pihak menahan diri dan mematuhi kesepakatan gencatan senjata.
PBB memperingatkan bahwa serangan terhadap wilayah sipil berisiko memperburuk krisis kemanusiaan dan memicu eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah. []
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic