Paris, MINA – Prancis bersama Arab Saudi akan menggelar pertemuan internasional pada 12 Juni 2026 mendatang yang mempertemukan berbagai pihak terkait konflik Palestina-Israel sebagai upaya memperkuat dukungan terhadap solusi dua negara (two-state solution).
Langkah tersebut dinilai menjadi salah satu inisiatif diplomatik paling signifikan di tengah kebuntuan proses perdamaian dan berlanjutnya agresi Israel di Jalur Gaza. Al-Jazeera melaporkan, Jumat (5/6).
Presiden Prancis Emmanuel Macron sebelumnya menyatakan bahwa konferensi yang digelar bersama Arab Saudi itu diharapkan dapat menghasilkan langkah konkret untuk menghidupkan kembali proses politik menuju solusi dua negara.
Paris juga terus mendorong dukungan internasional yang lebih luas bagi pengakuan negara Palestina sebagai bagian dari penyelesaian jangka panjang konflik di Timur Tengah.
Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Al-Khalil Usai Sepuluh Hari Lakukan Pengepungan
Rencana tersebut mendapat dukungan dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Presiden Prabowo Subianto dalam sejumlah pertemuan dengan Presiden Macron menegaskan bahwa Indonesia tetap memandang solusi dua negara sebagai satu-satunya jalan realistis untuk mewujudkan perdamaian yang adil dan berkelanjutan antara Palestina dan Israel.
Dukungan Prancis terhadap kemerdekaan Palestina juga semakin mendapat perhatian setelah Macron membuka kemungkinan pengakuan resmi terhadap negara Palestina.
Langkah itu berpotensi menjadikan Prancis sebagai salah satu negara besar di Eropa yang secara terbuka mengakui Palestina, sekaligus memberi tekanan diplomatik lebih besar kepada Israel agar kembali ke jalur perundingan politik.
Di sisi lain, sejumlah negara Barat masih menunjukkan perbedaan sikap terkait pengakuan Palestina. Meski demikian, dukungan internasional terhadap solusi dua negara terus meningkat.
Baca Juga: Liga Arab Kutuk Penyiksaan Sistematis terhadap Tahanan Asal Gaza di Penjara Israel
Pada berbagai forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), mayoritas negara anggota mendukung langkah-langkah yang mengarah pada pembentukan negara Palestina merdeka sebagai bagian dari penyelesaian konflik yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Pengamat menilai konferensi yang digagas Prancis dan Arab Saudi akan menjadi ujian penting bagi komunitas internasional.
Keberhasilannya tidak hanya bergantung pada dukungan diplomatik, tetapi juga pada kemampuan menghasilkan peta jalan yang jelas untuk menghentikan perang di Gaza, menjamin hak-hak rakyat Palestina, serta menciptakan mekanisme perdamaian yang dapat diterima oleh semua pihak. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Operasi Militer Israel di Al-Khalil Masuk Hari ke-10, Pelanggaran Terus Meningkat
















Mina Indonesia
Mina Arabic