Paris, MINA – Pemerintah Prancis melontarkan peringatan keras kepada Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, terkait ambisi militer untuk menduduki atau mencaplok wilayah Lebanon Selatan.
Paris menegaskan bahwa langkah aneksasi apa pun terhadap kedaulatan Lebanon tidak hanya melanggar hukum internasional, tetapi juga akan memicu eskalasi perang yang lebih luas di kawasan Timur Tengah. Al-Madayeen melaporkan, Kamis (26/3)
Peringatan ini muncul menyusul meningkatnya retorika dari pejabat tinggi di Tel Aviv yang mengisyaratkan pembentukan “zona penyangga” permanen di dalam wilayah Lebanon.
Prancis, yang memiliki ikatan historis dan diplomatik kuat dengan Beirut, menyatakan bahwa stabilitas Lebanon adalah harga mati yang harus dijaga demi menghindari keruntuhan total keamanan di Mediterania Timur.
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
Diplomasi Prancis menekankan bahwa solusi atas ketegangan di perbatasan tidak bisa dicapai melalui pendudukan lahan, melainkan melalui implementasi penuh Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701.
Paris mendesak semua pihak untuk menahan diri dan memperingatkan bahwa dukungan internasional terhadap Israel dapat tergerus jika agenda ekspansi wilayah terus dipaksakan di tengah krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung.
Langkah Prancis tersebut mencerminkan keretakan yang semakin lebar di antara negara-negara Barat terkait cara menangani agresi militer Israel.
Sementara beberapa negara masih ragu, Prancis mulai mengambil posisi lebih tegas dengan mengusulkan sanksi atau tekanan diplomatik yang lebih konkret jika hukum internasional terus diabaikan oleh pemerintahan Netanyahu.
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
Situasi di Lebanon Selatan sendiri saat ini semakin mencekam dengan intensitas serangan udara yang terus meningkat, yang telah memaksa puluhan ribu warga sipil mengungsi dari rumah-rumah mereka.
Langkah aneksasi yang dikhawatirkan Prancis dipandang oleh para analis sebagai upaya Zionis untuk mengubah demografi kawasan secara paksa, mirip dengan pola yang terjadi di wilayah pendudukan Palestina.
Pemerintah Lebanon menyambut baik peringatan Prancis tersebut dan menyerukan komunitas internasional lainnya untuk segera mengambil langkah serupa sebelum situasi mencapai titik yang tidak bisa diperbaiki. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran
















Mina Indonesia
Mina Arabic