Teheran, MINA – Iran memutuskan menangguhkan perundingan tidak langsung dengan Amerika Serikat setelah meningkatnya serangan militer Israel di Lebanon.
Teheran menilai operasi militer yang terus berlangsung di wilayah Lebanon merupakan pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya menjadi salah satu syarat dalam proses diplomasi yang sedang berjalan.
Media Iran Tasnim pada Senin (1/6) melaporkan bahwa tim perunding Iran menghentikan sementara pertukaran pesan dengan Washington melalui mediator.
Menurut Teheran, tidak mungkin melanjutkan dialog di tengah berlanjutnya serangan Israel terhadap Lebanon dan Gaza, sementara Amerika Serikat dinilai gagal menekan sekutunya untuk menghentikan operasi militer tersebut.
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
Pemerintah Iran menegaskan bahwa stabilitas kawasan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses negosiasi. Teheran juga menuntut penghentian serangan Israel serta penarikan pasukan Israel dari wilayah Lebanon sebelum pembicaraan dapat dilanjutkan kembali.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menilai setiap pelanggaran gencatan senjata di satu front konflik akan berdampak pada keseluruhan kesepakatan yang telah dibangun sebelumnya.
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan dirinya belum menerima pemberitahuan resmi mengenai penghentian perundingan tersebut.
Trump bahkan menegaskan bahwa pembicaraan dengan Iran masih berlangsung dan tetap bergerak maju, meskipun terdapat perbedaan pandangan terkait situasi di Lebanon.
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
Keputusan Iran muncul di tengah meningkatnya ketegangan di Lebanon setelah serangan udara Israel di sejumlah wilayah, termasuk kawasan selatan Beirut dan Lebanon selatan.
Konflik tersebut telah memicu gelombang pengungsian baru dan menimbulkan kekhawatiran internasional mengenai kemungkinan meluasnya perang di Timur Tengah.
Selain menyangkut isu nuklir dan sanksi ekonomi, perundingan antara Teheran dan Washington juga berkaitan dengan stabilitas kawasan, termasuk keamanan jalur pelayaran strategis di Teluk dan Laut Merah.
Karena itu, kelanjutan negosiasi akan sangat bergantung pada perkembangan situasi keamanan di Lebanon dalam beberapa hari mendatang. []
Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic