Al-Quds, MINA – Puluhan ribu warga Muslim Palestina tetap melaksanakan Shalat Jumat (21/8) di Masjid Al-Aqsa dan pelataran-pelatarannya, meskipun militer penjajah Israel memberlakukan pembatasan ketat di pintu-pintu masuk masjid serta kawasan Kota Tua Yerusalem yang diduduki.
Pasukan penjajah Israel meningkatkan patroli dan penyebaran di sekitar Masjid Al-Aqsa, serta mendirikan pos-pos pemeriksaan militer di gerbang-gerbang masuk dan akses menuju Kota Tua. Akibatnya, para jamaah harus menjalani pemeriksaan identitas dan penggeledahan sebelum dapat memasuki area masjid.
Tidak hanya itu, sejumlah warga Palestina juga dicegah untuk mencapai masjid sebagai bagian dari kebijakan pembatasan yang terus berlangsung terhadap kebebasan beribadah dan akses warga Palestina ke situs suci umat Islam tersebut.
Meskipun menghadapi berbagai hambatan, ribuan jelamaah tetap berhasil memasuki kawasan Al-Aqsa dan menunaikan Shalat Jumat. Kehadiran mereka menjadi bentuk penegasan tekad untuk terus menjalankan hak beribadah dan mempertahankan kehadiran di Masjid Al-Aqsa di tengah upaya Israel yang terus membatasi akses warga Palestina.
Baca Juga: Israel Culik 28 Warga Palestina di Tepi Barat, Termasuk Jurnalis Al Jazeera
Langkah-langkah pembatasan ini terjadi seiring dengan terus berlanjutnya serbuan pemukim Yahudi ke Masjid Al-Aqsa yang dilakukan di bawah perlindungan polisi Israel.
Selain itu, pembatasan terhadap jamaah Palestina juga semakin diperketat, terutama pada hari Jumat dan saat momen-momen keagamaan, guna membatasi kehadiran mereka di pelataran masjid.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Sedikitnya 234 Pemukim Israel Serbu Halaman Masjid Al-Aqsa
















Mina Indonesia
Mina Arabic