Puluhan Seniman Desak BBC Boikot Eurovision di Israel

London, MINA – Sebanyak 50 seniman yang menjadi ikon budaya paling berpengaruh di Inggris mendesak Kantor Berita British Broadcasting Corporation (BBC) untuk memboikot Kontes Lagu Eurovision yang akan diadakan di Israel.

Menurut laporan yang diterbitkan pada Harian Guardian, Rabu (30/1), koalisi seniman menyerukan kepada BBC untuk menekan penyelenggara kontes lagu dan memindahkannya dari Tel Aviv ke negara lain, mengingat pendudukan militer ilegal terhadap Palestina dan pelanggaran hak asasi manusia mereka.

“Pada Mei yang akan datang, BBC bermaksud mengadakan kontes lagu Eurovision 2019 di Israel. Eurovision mungkin merupakan hiburan ringan, tetapi tidak dikecualikan dari pertimbangan hak asasi manusia. Kita tidak bisa mengabaikan pelanggaran sistematis Israel atas hak asasi manusia Palestina,” tulis laporan itu, seperti disebutkan Middle East Monitor (MEMO).

“Uni Penyiaran Eropa memilih Tel Aviv sebagai tempat pertemuan, tetapi ini tidak melakukan apa-apa untuk melindungi warga Palestina dari pencurian tanah, penggusuran, penembakan, pemukulan, dan lainnya oleh pasukan keamanan Israel,” tambahnya.

Kelompok tokoh-tokoh budaya terkemuka yang ikut dalam protes, di antaranya perancang busana Vivienne Westwood, musisi Roger Waters dan aktris Miriam Margolyes.

“Untuk setiap seniman yang memiliki hati nurani, ini akan menjadi kehormatan yang meragukan”, ujar mereka.

“Ketika diskriminasi dan pengucilan begitu melekat, Eurovision 2019 untuk merayakan keberagaman harus bernyanyi,” kata para seniman, “tapi tidak untuk pergi ke Tel Aviv”.

Koalisi seniman juga mengingatkan BBC tentang piagamnya untuk “memperjuangkan kebebasan berekspresi” dan bahwa mereka harus bertindak berdasarkan prinsip-prinsipnya dan mendesak agar kontes dipindahkan.

Menanggapi surat itu, BBC mengatakan tidak tepat bagi individu untuk mempolitisasi partisipasi perusahaan dalam acara tersebut, dengan alasan bahwa Eurovision bukan acara politik dan bahwa partisipasinya “tidak mendukung pesan atau kampanye politik apa pun”.

“Kompetisi selalu mendukung nilai-nilai persahabatan, toleransi, dan keragaman, dan kami tidak akan menggunakan partisipasi BBC untuk alasan politik. Karena itu, kami akan mengambil bagian dalam acara tahun ini. Negara tuan rumah ditentukan oleh aturan kompetisi, bukan BBC,” jawaban manajemen BBC.

Banyak penandatangan surat itu sebelumnya menyerukan boikot budaya terhadap Israel, dan secara terbuka mengkritik seniman yang telah mengorganisir dan mengambil bagian dalam acara-acara di Israel.

Panggilan publik mengikuti kampanye sebelumnya yang diselenggarakan oleh gerakan Boikot, Divestasi dan Sanksi (BDS) untuk memindahkan acara ke Eropa. (T/RS2/R06)

Mi’raj News Agency (MINA)