Moskow, MINA — Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan dukungan penuh Moskow kepada Mojtaba Khamenei yang baru terpilih sebagai Pemimpin Tertinggi Iran, di tengah meningkatnya konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Dukungan tersebut disampaikan Putin melalui pesan resmi yang juga berisi ucapan selamat atas pengangkatan Mojtaba sebagai pemimpin tertinggi Republik Islam Iran. RTworld melaporkan, Senin (9/3).
Dalam pesan tersebut, Putin menegaskan bahwa Rusia akan tetap menjadi mitra yang dapat diandalkan bagi Iran. Ia juga menyampaikan solidaritas kepada rakyat Iran di tengah situasi sulit yang dihadapi negara tersebut akibat konflik regional yang semakin memanas.
Mojtaba Khamenei resmi dipilih sebagai pemimpin tertinggi Iran pada 8 Maret 2026 oleh Majelis Ahli (Assembly of Experts), lembaga yang berwenang menentukan pemimpin tertinggi di negara tersebut.
Baca Juga: Hakim Prancis Selidiki Aduan Kejahatan Perang Tentara Israel di Lebanon
Ia menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang meninggal dunia sebelumnya di tengah eskalasi perang yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Penunjukan Mojtaba menjadikannya pemimpin tertinggi ketiga dalam sejarah Republik Islam Iran sejak revolusi 1979. Ulama berusia sekitar 56 tahun itu selama ini dikenal memiliki hubungan kuat dengan kalangan elit keamanan Iran, termasuk Garda Revolusi Islam (IRGC), serta memiliki pengaruh besar di lingkaran kekuasaan Teheran.
Dukungan Rusia terhadap kepemimpinan baru Iran dinilai mencerminkan hubungan strategis kedua negara yang semakin erat dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 2025, Moskow dan Teheran bahkan menandatangani perjanjian kemitraan strategis komprehensif yang bertujuan memperkuat kerja sama ekonomi, politik, dan pertahanan di tengah tekanan sanksi Barat.
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
Para analis menilai sikap Rusia yang cepat memberikan dukungan kepada pemimpin baru Iran menunjukkan upaya Moskow menjaga keseimbangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, sekaligus mempertahankan aliansinya dengan Teheran di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan sekutunya. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
















Mina Indonesia
Mina Arabic