Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Raja Salman Tegaskan Komitmen Saudi Lindungi Makkah dari Ancaman

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Rabu, 23 September 2026 - 08:40 WIB

Rabu, 23 September 2026 - 08:40 WIB

36 Views ㅤ

Raja Arab Saudi Salman Bin Abdulaziz (Foto: Anadolu Agency )

Jeddah, MINA — Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud mengecam apa yang disebut pemerintah Kerajaan sebagai upaya kelompok Houthi Yaman menargetkan Kota Makkah. Pernyataan tersebut disampaikan Raja Salman saat memimpin sidang Kabinet Saudi di Jeddah, Selasa (22/9).

Raja Salman menyebut tindakan tersebut sebagai provokasi terhadap umat Islam di seluruh dunia dan pelanggaran terhadap kesucian tempat-tempat suci Islam. Ia juga memberikan apresiasi kepada personel militer dan keamanan Saudi yang bertugas melindungi wilayah Kerajaan, jamaah, warga negara, serta penduduk.

Dalam pernyataannya, Raja Salman menyebut Houthi sebagai “milisi teroris”. Menurut Saudi Press Agency (SPA), Raja Salman mengatakan upaya penargetan Makkah tersebut telah mendapat kecaman dari masyarakat internasional.

Sebelumnya, otoritas Saudi menyatakan telah mengaktifkan peringatan serangan udara di wilayah Makkah setelah mendeteksi ancaman yang dikaitkan dengan Houthi. Namun, Houthi membantah menargetkan Makkah maupun situs-situs suci Islam di Arab Saudi dan menyebut tuduhan tersebut sebagai disinformasi.

Baca Juga: Presiden Nigeria Tinubu Masuki Ka’bah dan Shalat di Dalamnya

Ketegangan antara Saudi dan Houthi meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Serangan yang diklaim Houthi sebelumnya menyasar sejumlah wilayah Arab Saudi, termasuk Riyadh dan fasilitas energi, sementara Saudi menyatakan sejumlah ancaman berhasil dicegat. Perkembangan tersebut menambah tekanan terhadap keamanan regional dan jalur pelayaran internasional.

Dalam sidang yang sama, Kabinet Saudi menegaskan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional, kedaulatan negara, penyelesaian konflik secara damai, serta keamanan dan kebebasan navigasi di perairan internasional.

Saudi menyatakan prinsip tersebut diperlukan untuk menjaga keamanan nasional, stabilitas kawasan, perdagangan, dan rantai pasok global. []

 

Baca Juga: Prodi Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar Diminati 600 Mahasiswa

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda

Dunia Islam
Dunia Islam
Indonesia
Dunia Islam