Seoul, MINA – Sebanyak 4.008 sekolah di Korea Selatan (Korsel) terpaksa ditutup karena tidak lagi memiliki jumlah siswa yang mencukupi. Fenomena ini menjadi gambaran nyata krisis demografi yang tengah dihadapi negeri Ginseng tersebut, khususnya akibat penurunan angka kelahiran dalam beberapa dekade terakhir.
Asia News Channel melaporkan, anggota parlemen dari Partai Demokrat Korea, Jin Sun Mee mengungkapkan bahwa data Kementerian Pendidikan Korea Selatan mencatat ribuan sekolah tersebut sudah tidak digunakan selama bertahun-tahun. Penutupan itu mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA).
“Sejumlah besar sekolah telah tutup, dan akan ada lebih banyak lagi sekolah yang diperkirakan tutup karena penurunan jumlah siswa,” kata Jin Sun Mee, dikutip Selasa (30/12).
Menurut data tersebut, penurunan jumlah siswa terjadi secara signifikan, terutama di daerah pedesaan dan wilayah dengan tingkat urbanisasi tinggi. Banyak keluarga muda memilih tinggal di kota besar, sementara angka kelahiran nasional terus mencatat rekor terendah.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Kondisi ini menimbulkan tantangan besar bagi pemerintah Korea Selatan, tidak hanya dalam sektor pendidikan, tetapi juga dalam perencanaan pembangunan jangka panjang. Sekolah-sekolah yang ditutup kini sebagian dialihfungsikan menjadi fasilitas umum, pusat komunitas, atau dibiarkan kosong karena keterbatasan anggaran dan kebutuhan.
Para pengamat menilai, tanpa kebijakan strategis untuk meningkatkan angka kelahiran dan pemerataan penduduk, tren penutupan sekolah diperkirakan akan terus berlanjut dalam beberapa tahun ke depan.
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
















Mina Indonesia
Mina Arabic