libanon-clashes-300x200.jpg" alt="Foto: AFP" width="300" height="200" /> Foto: AFP
Bethlehem, 11 Dzulqa’dah 1436/26 Agustus 2015 (MINA) – Ribuan warga Palestina terlantar akibat bentrokan yang terjadi di kamp pengungsi terbesar di Libanon dekat Sidon selatan. Demikian disampaikan Badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA).
Juru Bicara UNRWA Chris Gunnes mengatakan, bentrokan bersenjata di kamp Ain Al-Halwah itu memiliki dampak serius bagi pengungsi Palestina, Ma’an News Agency melaporkan, dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Rabu (26/8).
Dilaporkan, tiga orang tewas dalam bentrokan, pertikaian tersebut antara pasukan Presiden Mahmoud Abbas dengan pihak oposisi.
Gunnes mengatakan, sebanyak 3.000 warga Palestina telah mengungsi, semntara itu UNRWA hanya memiliki fasilitas yang terbatas di kamp pengungsi tersebut.
Baca Juga: Jumlah Tahanan Palestina di Penjara Israel Lampaui 9.600 Orang
Menurutnya, kondisi para warga pengungsi sangat memprihatinkan.
UNRWA telah mengajak mitra-mitranya untuk menyediakan makanan, bantuan medis, dan tempat tinggal, serta akses untuk memantau situasi, Gunness menambahkan.
Lebih dari 54.000 pengungsi Palestina terdaftar di kamp tersebut, mereka telah bergabung beberap atahun terakhir bersama ribuan warga Palestina yang melarikan diri dari pertempuran di Suriah.
Lebih dari 450.000 warga Palestina yang di Libanon, menurut daftar UNRWA. Kebanyakan hidup dalam kondisi yang tidak cukup baik di 12 kamp pengungsian resmi.(T/P008/R02)
Baca Juga: Enam Bulan Gencatan Senjata Gaza: Israel Lakukan 2.400 Pelanggaran, Bunuh 754 Orang
Mi’raj Islamic News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic