Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Israel Terus Nodai Masjid Al-Aqsa, ICJP Surati UNESCO Desak Perlindungan Situs Suci Muslim

Arina Islami Editor : Rudi Hendrik - 24 detik yang lalu

24 detik yang lalu

1 Views

Markas UNESCO di Paris, Prancis. (Gambar: Wit Critic)

London, MINA – Menyikapi penodaan terus-menerus oleh Zionis Israel terhadap Masjid Al-Aqsa, Pusat Keadilan Internasional untuk Palestina (ICJP) mengirim surat kepada UNESCO guna mendesak perlindungan terhadap situs suci umat Islam itu.

Melansir pernyataan resmi di situsnya, Selasa (14/4), ICJP menegaskan, Zionis Israel terus meningkatkan upaya untuk menguasai Masjid Al-Aqsa secara penuh.

Penyerbuan terbaru dilakukan oleh kelompok Zionis Israel bersama Menteri Keamanan Nasional Zionis Israel, Itamar Ben-Gvir.

ICJP menyebut, langkah Zionis Israel terhadap Masjid Al-Aqsa merupakan bagian dari upaya besar untuk menguasai situs suci tersebut dan melakukan Yahudisasi terhadap warisan Islam dan Kristen di Palestina.

Baca Juga: PM Spanyol: Israel Satu-satunya Pelanggar Hukum Internasional di Timur Tengah

“Upaya Zionis Israel untuk mengonsolidasikan kedaulatan atas Masjid Al-Aqsa menunjukkan tujuan Zionis Israel dalam mengubah identitas situs suci di wilayah Palestina yang dijajah,” kata ICJP.

Organisasi advokasi hukum yang berbasis di Inggris itu menilai peran UNESCO sangat penting dalam melindungi Masjid Al-Aqsa dan warisan budaya Palestina.

Mereka menyoroti tindakan Zionis Israel yang dinilai berupaya menghapus identitas Palestina, termasuk melalui penggunaan arkeologi sebagai alat untuk merebut tanah Palestina.

Dalam suratnya, ICJP mendesak PBB dan UNESCO untuk segera bertindak menghentikan pelanggaran Zionis Israel terhadap Masjid Al-Aqsa.

Baca Juga: Italia Tangguhkan Perjanjian Kerja Sama Militer dengan Israel

Mereka juga meminta kecaman tegas terhadap tindakan Itamar Ben-Gvir yang dinilai memperkuat kontrol Zionis Israel atas Masjid Al-Aqsa.

Selain itu, kebijakan Zionis Israel terkait Masjid Al-Aqsa dinilai semakin memperburuk kondisi Muslim Palestina.

ICJP mengungkapkan, pembatasan total akses ke Masjid Al-Aqsa telah berlangsung lebih dari satu bulan, termasuk saat bulan suci Ramadhan.

Penutupan Masjid Al-Aqsa bagi Muslim Palestina tersebut dinilai sebagai bentuk diskriminasi dan berpotensi meningkatkan penganiayaan agama.

Baca Juga: Hamas Puji Global Sumud Flotilla untuk Menembus Blokade Israel di Gaza

Sementara itu, Zionis Israel justru memberikan akses kepada kelompok tertentu untuk memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa.

ICJP juga menyoroti rencana Itamar Ben-Gvir yang ingin mengatur akses masuk ke Masjid Al-Aqsa hingga ratusan orang sekaligus.

Kebijakan itu dinilai dapat mengesampingkan peran Wakaf Islam Yerusalem yang selama ini memiliki kewenangan resmi dalam pengelolaan Masjid Al-Aqsa.

Tidak hanya Masjid Al-Aqsa, pembatasan juga terjadi pada situs keagamaan lain.

Baca Juga: Krisis Timur Tengah Picu Lonjakan Biaya Energi Uni Eropa

ICJP mencatat, pemimpin gereja di Yerusalem juga sempat dilarang memasuki Gereja Makam Suci, yang merupakan tempat suci bagi umat Kristen.

Menurut ICJP, pembatasan terhadap Masjid Al-Aqsa dan situs keagamaan lainnya merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional.

Tindakan Zionis Israel dinilai melanggar hak dasar, termasuk kebebasan beragama dan kebebasan bergerak bagi rakyat Palestina.

ICJP memperingatkan bahwa pola tindakan Zionis Israel terhadap Masjid Al-Aqsa mirip dengan yang terjadi di Masjid Ibrahimi di Hebron.

Baca Juga: Trump Tolak Minta Maaf ke Paus Leo XIV

Di lokasi tersebut, Zionis Israel secara bertahap meningkatkan kontrol dan akses, meskipun sebelumnya dikelola oleh pihak Palestina.

Perwakilan ICJP, Órlaith Roe, menegaskan pentingnya peran PBB dalam menghentikan pelanggaran tersebut.

“PBB harus mengakui praktik diskriminasi yang dilakukan Zionis Israel, termasuk dalam aspek keagamaan, serta melindungi situs-situs suci Palestina dari perampasan,” ujarnya.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Respons Ancaman AS atas Selat Hormuz, Haouthi Yaman Akan Tutup Selat Bab el-Mandeb

Rekomendasi untuk Anda