Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Santri Hafal 30 Juz Diberi Insentif, Pemprov Jateng Gelontorkan Rp1 Juta per Orang

Zaenal Muttaqin Editor : Widi Kusnadi - Selasa, 12 Mei 2026 - 13:19 WIB

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:19 WIB

36 Views ㅤ

Wakil Gubernur Taj Yasin serahkan insentif pada pemghafal Alquran (Foto: Istimewa/MIMA)

Kudus, MINA – Komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mendukung para penghafal Al-Qur’an terus ditegaskan. Terbaru, enam santri dari berbagai daerah menerima tali asih (bisyaroh) usai menuntaskan hafalan 30 juz dalam Wisuda Tahfidh Pondok Pesantren Darul Qur’an Krandon, Kabupaten Kudus, Senin (11/5) malam.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen sebagai bentuk apresiasi atas ketekunan para santri menjaga dan menghafal Al-Qur’an.

Enam penerima bisyaroh itu berasal dari beragam daerah, yakni Wahyu Indra Maulana (Pati), Shihab Labib Ruwaifi Iswandy (Muko-Muko, Bengkulu), Roihan Muhammad Iqbal Farid (Kudus), Ahmad Syauqi Muhammad (Probolinggo, Jawa Timur), Mochamad Hakiki (Semarang), dan Ahmad Bayu Al Azhar (Jepara).

Gus Yasin menegaskan, program ini tidak membedakan asal daerah. Setiap santri yang berhasil menghafal 30 juz berhak mendapatkan insentif sebesar Rp1 juta, yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Tengah.

Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat

Sepanjang 2025, program ini telah menjangkau 1.041 santri dengan total anggaran mencapai sekitar Rp1,041 miliar. Angka tersebut menunjukkan keseriusan Pemprov dalam memberi perhatian nyata kepada para penjaga Al-Qur’an.

Menurutnya, pemberian bisyaroh bukan sekadar bantuan finansial, melainkan bentuk penghormatan atas perjuangan panjang para santri. Ia juga mengingatkan, capaian khataman tidak boleh menjadi titik akhir.

“Hafalan harus terus dijaga. Khatam bukan selesai, tapi awal dari tanggung jawab yang lebih besar,” tegasnya.

Program yang digagas bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi ini diharapkan tidak hanya memberi manfaat langsung bagi santri, tetapi juga menghadirkan keberkahan bagi pengelolaan anggaran daerah.

Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat

Lebih jauh, Gus Yasin menekankan bahwa tradisi mencintai Al-Qur’an telah dicontohkan sejak masa Nabi Muhammad SAW hingga para ulama. Al-Qur’an, katanya, bukan hanya untuk dihafal, tetapi juga menjadi sumber ketenangan dan pedoman hidup.

Dengan langkah konsisten ini, Pemprov Jawa Tengah berupaya meneguhkan posisi santri sebagai bagian penting dalam pembangunan moral dan spiritual masyarakat. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Forum Zakat Soroti Perlindungan dan Profesionalisme Amil

Rekomendasi untuk Anda

MINA Sport
Internasional