Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saudi Arabia Pertimbangkan Beli Pesawat dari Turkiye di Tengah Ketidakpastian F-35 AS

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Rabu, 9 September 2026 - 09:59 WIB

Rabu, 9 September 2026 - 09:59 WIB

946 Views ㅤ

Penampakan pesawat tempur (Press TV)

Ankara, MINA — Arab Saudi tengah mempertimbangkan keterlibatan dalam program pesawat tempur generasi kelima KAAN buatan Turkiye, di tengah belum jelasnya kepastian Riyadh memperoleh pesawat tempur F-35 buatan Amerika Serikat (AS).

Minat Saudi terhadap KAAN bukan sekadar pembelian pesawat, tetapi juga dikaitkan dengan peluang kerja sama industri pertahanan dengan Turkiye. Ankara sebelumnya telah menawarkan Riyadh peran dalam program pengembangan pesawat tempur tersebut.

KAAN dikembangkan Turkish Aerospace Industries (TAI) sebagai pesawat tempur generasi kelima nasional Turkiye. Pesawat tersebut melakukan penerbangan perdana pada Februari 2024 dan diproyeksikan menjadi salah satu tulang punggung modernisasi kekuatan udara Turkiye. Anadolu melaporkan, Rabu (9/9).

Bagi Riyadh, opsi KAAN menjadi menarik karena proses untuk mendapatkan F-35 dari Washington masih menghadapi berbagai persoalan. Sebelumnya, Saudi telah memperoleh sinyal positif terkait kemungkinan akuisisi F-35, tetapi kesepakatan final dan implementasinya belum sepenuhnya jelas.

Baca Juga: Presiden Nigeria Tinubu Masuki Ka’bah dan Shalat di Dalamnya

Pembicaraan Saudi-Turkiye juga berlangsung ketika Ankara berupaya memperluas kerja sama pertahanan dengan negara-negara Teluk. Riyadh dapat melihat KAAN sebagai salah satu cara memperluas sumber teknologi dan mitra pertahanannya, tanpa sepenuhnya bergantung pada pemasok Amerika Serikat.

Namun, KAAN dan F-35 bukan pesawat yang sepenuhnya dapat dipertukarkan dalam konteks kemampuan dan tingkat kematangan program. F-35 telah beroperasi secara luas, sedangkan KAAN masih berada dalam tahap pengembangan dan pengujian menuju produksi operasional. Karena itu, pembahasan mengenai KAAN belum dapat dianggap sebagai keputusan Saudi untuk meninggalkan opsi F-35.

Perkembangan tersebut menunjukkan semakin pentingnya kerja sama industri pertahanan Turkiye di kawasan Teluk. Jika Riyadh benar-benar mengambil peran dalam program KAAN, kerja sama itu berpotensi memperkuat hubungan pertahanan Saudi-Turkiye sekaligus memberi Ankara dukungan finansial dan industri untuk mengembangkan pesawat tempur generasi kelimanya. []

 

Baca Juga: Prodi Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar Diminati 600 Mahasiswa

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda

MINA Sport
Internasional
Info MINA
Indonesia