Sekjen PBB: “Neraka di Bumi” di Ghouta Timur harus Dihentikan

Antonio Guterres. (Foto: UN Geneva/Flickr)

Jenewa, MINA – Serangan yang terus berlanjut oleh pasukan pemerintah Suriah dan sekutunya telah menciptakan “neraka di Bumi” bagi warga sipil yang terjebak di , demikian Sekretaris Jenderal PBB mengatakannya Senin (26/2).

“Saya mengingatkan semua pihak tentang kewajiban mutlak mereka dan hukum kemanusiaan dan hak asasi manusia internasional untuk melindungi masyarakat sipil, dan infrastruktur sipil setiap saat,” katanya kepada Dewan Hak Asasi Manusia PBB di Jenewa, Swiss, demikian Al Jazeera melaporkan.

Ghouta Timur yang diblokade di pinggiran ibu kota Damaskus, terus mendapat serangan udara dan operasi darat meski ada resolusi gencatan senjata dari PBB yang telah berlangsung satu hari.

Sementara itu sekutu utama Pemerintah Suriah, Presiden Rusia Vladimir Putin, telah memerintahkan “jeda kemanusiaan” dari pukul 09:00 sampai 2.00 siang waktu setempat hari Selasa  (27/2).

Jeda kemanusiaan bertujuan mengizinkan warga sipil dievakuasi dari Ghouta Timur.

Pengeboman terhadap daerah kantong oposisi itu telah berlangsung lebih sepekan, telah menewaskan lebih dari 550 orang dalam delapan hari, menurut perhitungan organisasi pemantau Observatorium Suriah untuk HAM (SOHR).

Sebaliknya, pejabat kesehatan pemerintah Zaher Hajjo mengatakan kepada Reuters, perlawanan dari oposisi dari dalam kota telah menewaskan 36 orang serta sejumlah korban luka di Damaskus dan daerah pedesaan sekitarnya dalam empat hari terakhir.

Guterres menyerukan segera pelaksanaan resolusi Dewan Keamanan PBB yang disahkan pada Sabtu (24/2) lalu untuk gencatan senjata 30 hari di Suriah. (T/RI-1/RS1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)