Abu Dhabi, MINA – Ketegangan di Selat Hormuz kembali meningkat setelah dua kapal tanker berbendera Uni Emirat Arab (UEA) dihantam rudal saat berlayar di jalur selatan selat tersebut.
Serangan yang diduga dilakukan Iran itu mengakibatkan seorang awak kapal tewas dan delapan lainnya mengalami luka-luka, sekaligus memicu kekhawatiran baru terhadap keamanan jalur pelayaran strategis dunia.
Kementerian Pertahanan UEA menyatakan kapal tanker Mombasa dan Al Bahiyah menjadi sasaran serangan ketika melintas di perairan Oman, yang berbatasan langsung dengan Selat Hormuz. Al-Jazeera melaporkan, Selasa (14/7).
Korban meninggal dunia dilaporkan merupakan seorang warga negara India yang bekerja sebagai awak kapal, sementara para korban luka telah mendapatkan penanganan medis. Pemerintah UEA menyebut insiden tersebut sebagai ancaman serius terhadap keselamatan pelayaran internasional dan stabilitas kawasan.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan kedua kapal itu telah memasuki jalur pelayaran yang diklaim tidak sah setelah mengabaikan sejumlah peringatan dari otoritas maritim Iran.
Menurut IRGC, kapal-kapal tersebut mematikan sistem identifikasi otomatis (AIS) dan berlayar di area yang telah dipasangi ranjau. Namun, hingga kini Iran tidak secara tegas mengonfirmasi telah meluncurkan rudal ke kedua kapal tersebut.
Insiden terbaru ini terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat di kawasan Teluk. Dalam beberapa hari terakhir, kedua negara terlibat aksi saling serang terhadap sejumlah target militer, termasuk di sekitar Selat Hormuz.
Kondisi tersebut memperbesar risiko gangguan terhadap jalur pelayaran yang setiap harinya dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia.
Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Gegara Konsulat Yerusalem
Sejumlah perusahaan pelayaran internasional dilaporkan mulai meningkatkan kewaspadaan dengan meninjau ulang rute pelayaran dan memperketat prosedur keamanan bagi kapal-kapal yang melintasi kawasan tersebut. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
















Mina Indonesia
Mina Arabic