Padang, MINA – Semen Padang versus PSIM Yogyakarta tersaji dalam laga BRI Super League 2025/2026 di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Rabu (4/3) malam.
Semen Padang yang terpuruk di dasar klasemen berjuang keras untuk keluar dari zona degradasi. Di sisi lain, PSIM berambisi meraih poin penuh untuk memperkuat posisi di papan atas.
Pelatih Semen Padang Dejan Antonic dan pelatih PSIM Yogyakarta Johannes van Gastel sama-sama mengandalkan formasi 4-2-3-1.
Babak pertama berlangsung sengit dengan tim Kabau Sirah berulang kali memberi ancaman pada gawang, tetapi penyelesaian akhir masih kurang sempurna.
Baca Juga: Megawati Hangestri Tampil Buruk, IBK Altos Tekuk Hyundai Hillstate 3-0
Tidak bermainnya Ze Valente di kubu PSIM Yogyakarta membuat Laskar Mataram seperti kehilangan otak serangan.
Tendangan Maut Fahreza
Pada menit ke-36, tim tamu menyerang. Perebutan bola antara Fahreza Sudin (88) dan bek Semen Padang, Samuel Simanjuntak (12), di dalam kotak penalti, menciptakan insiden buruk.
Tendangan Fahreza yang cukup tinggi beradu dengan kepala Samuel. Benturan keras itu membuat Samuet jatuh terkapar.
Baca Juga: Pakhtakor vs Al-Nassr: 2-6, Tuan Rumah Dibantai
Wasit cepat memanggil tim medis. Setelah diperiksa, cedera kepala yang diderita Samuel parah.
Wasit Naufal Adya lalu memberi kartu merah kepada Fahreza atas pelanggaran kerasnya. Sementara Samuel harus dibawa dengan ambulans ke rumah sakit.
Fahreza yang merasa menyesal kemudian meminta maaf kapada publik tuan rumah sebelum masuk ke dalam ruang ganti.
Setelahnya, tim tamu bermain dengan sepuluh pemain.
Baca Juga: Pakhtakor vs Al-Nassr: 1-3 pada Babak Pertama, Joao Felix Brace
Namun, keunggulan jumlah pemain belum mampu dimaksimalkan oleh skuad Semen Padang hingga waktu istirahat tiba. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Megawati Hangestri Tanding Selasa Besok, GS Caltex dan Pink Spider Menang di Laga Pertama
















Mina Indonesia
Mina Arabic