Washington, MINA — Seorang senator Amerika Serikat Richard Blumenthal mengungkapkan kemungkinan Presiden Donald Trump tengah mempersiapkan serangan lanjutan terhadap Iran, meski saat ini berada dalam kondisi gencatan senjata.
Pernyataan ini memicu kekhawatiran baru atas eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Al-Jazeera melaporkan, Sabtu (2/5).
Senator Partai Demokrat itu menyatakan bahwa indikasi persiapan militer masih terlihat, termasuk pergerakan dan kesiapan pasukan AS di kawasan. Ia menilai situasi tersebut menunjukkan bahwa opsi militer tetap terbuka, meskipun secara formal konflik dinyatakan mereda.
Blumenthal juga menyoroti kurangnya transparansi dari pemerintahan Trump terkait strategi ke depan terhadap Iran. Ia menegaskan bahwa Kongres perlu dilibatkan dalam setiap keputusan militer besar, mengingat potensi dampak luas dari konflik tersebut terhadap stabilitas global.
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
Di sisi lain, Presiden Trump sebelumnya menyatakan bahwa permusuhan dengan Iran telah “berakhir” menyusul kesepakatan gencatan senjata yang berlaku sejak April 2026. Namun, ia juga menegaskan bahwa semua opsi, termasuk serangan militer tambahan, tetap berada di atas meja jika negosiasi tidak berjalan sesuai kepentingan Washington.
Konflik antara Amerika Serikat dan Iran sendiri meningkat tajam sejak awal 2026, ditandai dengan serangan udara, blokade laut di kawasan strategis seperti Selat Hormuz, serta pengerahan besar-besaran kekuatan militer di Timur Tengah.
Situasi ini berdampak pada keamanan regional dan jalur perdagangan energi global.
Pernyataan senator tersebut menjadi sinyal bahwa ketegangan belum benar-benar mereda. Mereka mengingatkan bahwa tanpa komitmen kuat pada jalur diplomasi, potensi konflik terbuka kembali sangat besar, yang dapat memperburuk krisis kemanusiaan dan destabilitas di kawasan Timur Tengah. []
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic