Tepi Barat, MINA – Pasukan Zionis Israel bersama kelompok pemukim ilegal melancarkan serangan militer secara luas di berbagai wilayah Tepi Barat dan Al-Quds (Yerusalem Timur) sejak Kamis malam hingga Jumat (7/8) dan menangkap lebih dari 70 warga Palestina.
Serangan tersebut mencakup penggerebekan kamp pengungsi, penghancuran rumah warga Palestina, penangkapan massal, serta aksi kekerasan terhadap warga sipil.
Operasi terbesar terjadi di Kamp Pengungsi Qalandiya, yang berada di antara Al-Quds dan Ramallah.
Setelah melancarkan serangan selama dua hari, pasukan Zionis Israel menarik diri dengan meninggalkan kerusakan besar.
Baca Juga: Israel Culik 28 Warga Palestina di Tepi Barat, Termasuk Jurnalis Al Jazeera
Dalam serangan itu, pasukan Zionis Israel menghancurkan sedikitnya tujuh rumah warga Palestina beserta sejumlah bangunan lainnya.
Mengutip Palestine Chronicle, Puluhan rumah juga mengalami kerusakan akibat penggerebekan yang dilakukan dari rumah ke rumah.
Sedikitnya lebih dari 70 warga Palestina ditangkap.
Banyak di antara mereka menjalani interogasi lapangan, sementara rumah-rumah warga diubah menjadi pusat pemeriksaan sementara oleh militer Zionis Israel.
Baca Juga: Sedikitnya 234 Pemukim Israel Serbu Halaman Masjid Al-Aqsa
Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) melaporkan tim medisnya menangani 51 warga Palestina yang terluka akibat serangan tersebut.
Pasukan Zionis Israel juga menembakkan gas air mata dan granat kejut secara intensif di pintu masuk Qalandiya serta wilayah Kafr Aqab, di utara Al-Quds.
Sementara itu, Palestinian Prisoners’ Society (PPS) menyatakan kampanye penangkapan disertai pemukulan berat, ancaman, pemborgolan, serta perlakuan kasar terhadap warga Palestina selama interogasi. Barang-barang milik warga juga dirusak dan dihancurkan.
Serangan Zionis Israel turut meluas ke sejumlah wilayah lain di Tepi Barat.
Baca Juga: Empat Warga Palestina Syahid dalam Pelanggaran Terbaru Israel di Gaza
Di Jenin, pasukan Zionis Israel menyerbu Deir Abu Daif di sebelah timur kota, menggerebek rumah-rumah di kawasan al-Hadaf dekat Kamp Pengungsi Jenin, serta memasuki wilayah Jabal Abu Dhahir.
Di Tubas, pasukan Zionis Israel menggerebek kawasan sekitar Kamp Pengungsi al-Faraa dan menyerbu rumah-rumah warga di Tammun.
Pada saat yang sama, pemukim ilegal Zionis terus memasuki Khirbet Samra di Lembah Yordan bagian utara.
Operasi juga diperluas ke Kegubernuran Tulkarm dengan penggeledahan rumah-rumah di Kafr Abbush dan Kafr Jammal.
Baca Juga: Jumlah Perempuan Palestina di Penjara Israel Capai 88 Orang
Di Nablus, pemukim ilegal Zionis menyerbu kawasan timur Rujeib, sementara kelompok lainnya memasuki kompleks pemakaman di Awarta dan memasang kamera pengawas.
Aksi serupa juga terjadi di situs Burak Sulayman di Artas, selatan Bethlehem.
Di wilayah selatan, pasukan Zionis Israel menyerbu Kamp Pengungsi al-Arroub di utara Al-Khalil dan Kota Yatta.
Di kawasan Masafer Yatta, pemukim ilegal memotong pagar rumah Salem al-Hathaleen di Umm al-Khair sebagai bagian dari rangkaian serangan terhadap keluarga tersebut.
Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Hebron Setelah 10 Hari Serangan Militer
Insiden ini menyusul berbagai upaya sebelumnya untuk merebut sebagian rumah keluarga al-Hathaleen dengan perlindungan militer Zionis Israel.
PPS menyebut ofensif Zionis Israel saat ini sebagai serangan militer terbesar di Tepi Barat sejak Intifada Kedua, dengan kamp-kamp pengungsi Palestina menjadi sasaran utama.
Organisasi tersebut menyatakan operasi Zionis Israel semakin ditandai dengan penangkapan massal, interogasi lapangan, penyiksaan, pembunuhan di luar proses hukum, serta penghancuran rumah-rumah warga. Korbannya mencakup perempuan, anak-anak, lansia, hingga warga yang sakit dan terluka.
Menurut data terbaru PPS, jumlah warga Palestina yang ditahan di Tepi Barat sejak dimulainya genosida Zionis Israel di Gaza telah melampaui 25.600 orang.
Baca Juga: Israel Lanjutkan Serangan di Gaza, Lima Warga Palestina Syahid
Organisasi itu memperingatkan bahwa meningkatnya penangkapan, penyiksaan, penghancuran, dan pembunuhan menunjukkan fase yang semakin berbahaya dalam kebijakan sistematis Zionis Israel terhadap rakyat Palestina.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Al-Khalil Usai Sepuluh Hari Lakukan Pengepungan
















Mina Indonesia
Mina Arabic