Washington, MINA – Pasar komoditas energi global mencatat pelemahan harga minyak dunia pada perdagangan akhir pekan menyusul sinyal meredanya tensi politik internasional.
Kepastian dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menahan diri dari tindakan militer mendadak berhasil mengurangi kekhawatiran pelaku pasar terkait potensi krisis pasokan. Anadolu melaporkan, Sabtu (10/10)
Berdasarkan data bursa komoditas internasional, kontrak berjangka minyak mentah Brent terpantau mengalami koreksi tipis sebesar 0,3 persen menjadi USD104,40 per barel.
Tren serupa juga dialami oleh komoditas West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat yang melemah 0,2 persen ke level USD91,64 per barel.
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
Peredaan sentimen negatif ini dipicu oleh penegasan Presiden Donald Trump yang memastikan negaranya tidak akan melancarkan agresi militer terhadap Teheran dalam waktu dekat.
Komitmen diplomatik tersebut sekaligus meredam spekulasi panas mengenai potensi eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang sebelumnya sempat mendongkrak lonjakan harga komoditas.
Kendati demikian, para analis pasar tetap mewaspadai berbagai faktor eksternal lain yang masih memengaruhi stabilitas distribusi energi global.
Gangguan pasokan akibat hambatan operasional di sejumlah fasilitas produksi regional serta tensi jalur pelayaran strategis tetap menjadi perhatian utama para investor.
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
Di sisi lain, pemulihan aktivitas ekspor bahan bakar olahan dari Tiongkok turut memberikan tambahan tekanan jual pada perdagangan pasar energi.
Pelaku industri minyak dunia kini terus memantau dinamika negosiasi bilateral serta faktor cuaca ekstrem yang memengaruhi kapasitas produksi domestik Amerika Serikat. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran
















Mina Indonesia
Mina Arabic