Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Spanyol dan Brasil Desak Pembebasan Aktivis Flotilla yang Ditahan Israel

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Ahad, 3 Mei 2026 - 09:59 WIB

Ahad, 3 Mei 2026 - 09:59 WIB

30 Views ㅤ

Demo warga Spanyol dalam aksi solidaritas Palestina. (Foto : x)

Madrid, MINA – Pemerintah Spanyol dan Brasil mendesak pembebasan segera dua aktivis kemanusiaan yang ditahan Israel setelah kapal mereka yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla dicegat saat berlayar menuju Gaza.

Desakan itu menguat setelah kedua negara menilai penahanan tersebut terjadi usai intersepsi di perairan internasional. MEMO melaporkan, Ahad (3/5).

Dua aktivis yang ditahan adalah Saif Abu Keshek, warga Spanyol keturunan Palestina, dan Thiago Avila dari Brasil. Keduanya berada di antara rombongan flotilla yang berupaya menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza ketika pasukan Israel menghentikan pelayaran mereka.

Menurut laporan, kedua aktivis itu dibawa ke wilayah Israel untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut, sementara peserta lainnya dipindahkan ke Pulau Kreta, Yunani.

Baca Juga: Hakim Prancis Selidiki Aduan Kejahatan Perang Tentara Israel di Lebanon

Kementerian luar negeri Spanyol menyebut tindakan tersebut menimbulkan kekhawatiran serius karena intersepsi dilakukan di luar wilayah kedaulatan Israel.

Sementara itu, otoritas Brasil juga mengecam penahanan itu dan meminta akses konsuler penuh bagi warganya. Kedua negara menegaskan bahwa misi sipil kemanusiaan tidak seharusnya direspons dengan penahanan terhadap para peserta.

Global Sumud Flotilla sendiri merupakan armada sipil internasional yang berangkat dari sejumlah pelabuhan Eropa sejak pertengahan April lalu dengan tujuan menembus blokade Gaza dan mengirim bantuan darurat.

Armada ini membawa ratusan aktivis dari berbagai negara, termasuk tenaga medis dan pegiat kemanusiaan. Pada 30 April, sebagian kapal flotilla dicegat pasukan Israel di dekat perairan sekitar Kreta, memicu kecaman dari berbagai kelompok solidaritas Palestina.

Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal

Laporan sejumlah organisasi pendamping hukum menyebut Saif Abu Keshek dan Thiago Avila melakukan mogok makan sebagai bentuk protes atas penahanan mereka.

Keduanya juga dikabarkan mengeluhkan perlakuan kasar selama berada dalam tahanan. Otoritas Israel hingga kini menyatakan penyelidikan masih berlangsung, sementara kelompok advokasi hukum menilai tindakan tersebut berpotensi melanggar hukum internasional maritim.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi

Rekomendasi untuk Anda