Aceh Besar, MINA — Suhu udara di sejumlah wilayah Aceh mencapai 36 derajat Celsius. Kondisi tersebut terjadi di tengah atmosfer yang cenderung kering sehingga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sultan Iskandar Muda mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di wilayah yang mengalami kondisi cuaca panas dan minim curah hujan.
Prakirawan Cuaca BMKG Sultan Iskandar Muda, Dedi, mengatakan suhu maksimum yang mencapai 36 derajat Celsius di Aceh menjadi salah satu suhu tertinggi yang tercatat di Indonesia pada Jumat (28/8).
“Suhu 36 derajat Celsius yang terpantau di Aceh menjadi salah satu suhu tertinggi di Indonesia,” kata Dedi, Jumat (28/8).
Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat
Menurutnya, kondisi atmosfer yang relatif kering turut membuat potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan perlu mendapat perhatian. Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya api, khususnya di kawasan yang memiliki vegetasi kering.
Kondisi panas juga dapat menyebabkan lahan dan material yang mudah terbakar menjadi lebih cepat kering. Karena itu, kewaspadaan masyarakat dinilai penting untuk mencegah kebakaran yang dapat meluas dan menimbulkan dampak terhadap lingkungan maupun kualitas udara.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah atau membuka lahan dengan cara membakar, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran di lingkungan sekitar.
Masyarakat juga diharapkan mengikuti perkembangan informasi cuaca dari BMKG sebagai langkah antisipasi menghadapi kondisi cuaca panas dan kering di sejumlah wilayah Aceh. []
Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic