Ottawa, MINA – Amerika Serikat (AS) memberlakukan tarif baru hingga 50 persen terhadap sejumlah produk Kanada mulai 19 Agustus 2026 mendatang . Hal itu berpotensi besar mengancam kelancaran perundingan dagang kedua negara.
Kepala Negosiator Perdagangan Kanada untuk AS, Janice Charette memperingatkan bahwa penerapan tarif tambahan berpotensi menghentikan proses negosiasi. Al-Jazeera melaporkan, Jumat (14/8).
Peringatan itu disampaikan Charette kepada Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer di tengah pembicaraan intensif Washington dan Ottawa untuk mencapai kesepakatan sebelum tenggat tarif tersebut.
Menurut laporan yang dikutip Reuters, pejabat Kanada menyebut kedua pihak masih berupaya mencapai kesepakatan sebelum 19 Agustus.
Baca Juga: Trump Ancam Gunakan Veto Usai Demokrat Menang Pemilu Sela AS
Menteri Kanada yang menangani hubungan perdagangan dengan AS, Dominic LeBlanc, bersama Charette bertemu Greer di Washington pada Kamis (13/8).
Pertemuan tersebut menjadi pertemuan keempat LeBlanc dengan Greer dalam tiga pekan terakhir, menunjukkan tingginya intensitas perundingan menjelang pemberlakuan tarif baru.
Tarif yang diusulkan Trump akan menyasar berbagai barang Kanada dengan nilai perdagangan sekitar 20 miliar dolar AS. Kebijakan tersebut juga disebut tidak memberikan pengecualian bagi barang yang memenuhi ketentuan dalam perjanjian perdagangan Amerika Serikat-Meksiko-Kanada (USMCA).
Di sisi lain, Kanada berupaya memperoleh keringanan tarif dengan menawarkan sejumlah konsesi kepada Washington. Namun, pejabat Kanada sebelumnya menyatakan belum puas dengan proposal terbaru AS yang dinilai belum memberikan pengurangan tarif sebesar yang diharapkan Ottawa.
Baca Juga: Demokrat Unggul di Pemilu Sela AS, Keisha Bottoms hingga Deb Haaland Ukir Sejarah Baru
Meski ketegangan meningkat, kedua negara masih menunjukkan keinginan untuk mencapai kesepakatan. Sumber pemerintah Kanada mengatakan perundingan berlangsung positif dan Washington juga disebut menginginkan tercapainya kesepakatan sebelum 19 Agustus. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Yair Golan Kritik Netanyahu Usai Trump Umumkan Penghentian Bantuan AS untuk Israel
















Mina Indonesia
Mina Arabic