New York, MINA — Harga minyak dunia kembali menguat dan mendekati level US$100 per barel pada Rabu (9/9), seiring meningkatnya ketegangan militer antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang memicu kekhawatiran terhadap kelancaran pasokan energi global.
Harga minyak mentah Brent naik sekitar 1,3 persen menjadi US$99,22 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat meningkat 1,2 persen menjadi US$94,13 per barel. Kenaikan tersebut memperpanjang penguatan harga minyak dalam empat sesi perdagangan berturut-turut.
Kenaikan harga dipicu meningkatnya risiko gangguan pengiriman minyak setelah AS menghancurkan lima kapal tanker minyak Iran. Iran kemudian melancarkan serangan rudal terhadap sasaran militer AS di Yordania serta melakukan serangan terhadap sejumlah kapal di sekitar Selat Hormuz. Al-Jazeera melaporkan.
Selat Hormuz menjadi perhatian utama pasar energi karena merupakan jalur strategis perdagangan minyak dunia. Data pelacakan Kpler menunjukkan hanya enam kapal komoditas yang melintasi selat tersebut pada Selasa, turun dari sembilan kapal sehari sebelumnya dan jauh di bawah rata-rata 10 hari sebanyak 12 kapal.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Situasi semakin rumit setelah kelompok Houthi yang didukung Iran menyerang sejumlah wilayah di Arab Saudi. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan korban luka dan berdampak terhadap sejumlah fasilitas energi, sehingga menambah kekhawatiran pasar mengenai kemungkinan gangguan pasokan minyak dari kawasan Teluk.
Harga Brent telah melonjak sekitar 25 persen sejak awal Agustus. Kenaikan tersebut menunjukkan pasar memasukkan premi risiko yang semakin besar akibat ketidakpastian konflik dan keamanan jalur pelayaran, meskipun sejumlah analis menilai arus minyak belum sepenuhnya terhenti.
Lonjakan harga minyak berpotensi meningkatkan tekanan inflasi di berbagai negara, terutama negara-negara yang bergantung pada impor energi. Jika gangguan di kawasan Teluk berlangsung lama, dampaknya dapat merembet ke biaya transportasi, industri, dan harga barang secara global. []
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic