Lakki Marwat, MINA – Setidaknya tujuh personel keamanan Pakistan tewas setelah sebuah bom pinggir jalan menghantam kendaraan polisi di Distrik Lakki Marwat, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa pada Jumat (13/3), menurut pejabat setempat.
Dilansir dari Khaama Press, juru bicara polisi setempat mengkonfirmasi bahwa enam petugas tewas seketika setelah ledakan, sementara seorang petugas lain yang terluka kemudian meninggal di rumah sakit karena luka parah yang diderita.
Para pejabat mengatakan serangan itu terjadi saat petugas polisi sedang melakukan patroli rutin di daerah tersebut. Kendaraan tersebut dilaporkan terkena alat peledak improvisasi yang ditanam di sepanjang jalan.
Pihak berwenang Pakistan menggambarkan insiden tersebut sebagai serangan teroris dan mengatakan pasukan keamanan tambahan dikerahkan ke lokasi kejadian. Penyelidikan sedang dilakukan.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Serangan itu terjadi di tengah peningkatan kekerasan militan yang lebih luas di seluruh Khyber Pakhtunkhwa, di mana pasukan keamanan semakin menjadi sasaran kelompok bersenjata selama setahun terakhir.
Menurut laporan, kekerasan di provinsi tersebut meningkat tajam, dengan jumlah korban jiwa meningkat dari sekitar 1.620 pada tahun 2024 menjadi lebih dari 2.300 pada tahun 2025.
Insiden itu juga terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Pakistan dan otoritas Taliban di Afghanistan. Pasukan Pakistan baru-baru ini melakukan serangan udara di provinsi Kabul, Kandahar, Paktia, dan Paktika, yang menurut pejabat Taliban menewaskan warga sipil.
Sebagai tanggapan, Taliban mengeklaim telah melancarkan serangan pesawat tak berawak terhadap posisi militer Pakistan di daerah Kohat di Khyber Pakhtunkhwa, yang menyoroti meningkatnya ketegangan lintas perbatasan antara kedua pihak. []
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic