Hanoi, MINA – Tujuh perusahaan Indonesia yang merupakan produsen alat-alat kesehatan, untuk pertama kalinya berpartisipasi dalam The 25th Vietnam International Medical, Hospital, Pharmaceutical Exhibition atau Vietnam Medi-Pharm Expo 2019 di International Center for Exhibition (ICE), Hanoi pada 5-7 Desember 2019.
Keikutsertaan tujuh perusahaan tersebut mendapat dukungan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Hanoi dan Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia (ASPAKI).
Pameran yang berlangsung selama tiga hari tersebut berhasil membukukan potential transaction sebesar 1,2 juta dolar AS atau sekitar Rp. 16,8 miliar, demikian siaran pers KBRI Hanoi, Rabu (11/12).
Ketujuh perusahaan tersebut antara lain adalah PT. Sugih Instrumendo Abadi, PT. Oneject Indonesia, PT. Jayamas Medica Industri, PT. Prodia Diagnostic Line, PT. Arista Latindo, CV. Beauty Kasatama dan PT. Mega Andalan Kalasan.
Baca Juga: Hadiri Indonesia-Brazil Business Forum, Prabowo Bahas Kerjasama Ekonomi
Produk yang ditawarkan ketujuh perusahaan tersebut bervariasi mulai dari alat-alat medis seperti sphygmomanometer, stethoscope dan syringes sampai dengan perlengkapan Rumah Sakit seperti tempat tidur dan meja operasi serta kebutuhan penunjang medis lainnya seperti antiseptik, masker, dan sarung tangan.
Duta Besar RI Hanoi Ibnu Hadi menyambut baik partisipasi perusahaan Indonesia dalam Medi-Pharm Expo 2019 sebagai bagian dari upaya meningkatkan nilai ekspor Indonesia ke Vietnam dan mencapai target perdagangan bilateral senilai 10 miliar dolar AS pada tahun 2020.
“Keikutsertaan Indonesia juga merupakan upaya untuk mendorong diversifikasi produk ekspor ke Indonesia yang selama ini didominasi oleh batubara dan produk otomotif” ujarnya.
Vietnam Medi-Pharm Expo 2019 merupakan pameran Industri Kesehatan Vietnam yang diadakan setiap tahun di bawah dukungan Kementerian Kesehatan serta Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Vietnam.
Baca Juga: Rupiah Berpotensi Melemah Efek Konflik di Timur Tengah
Pada tahun 2019, Vietnam Medi-Pharm diikuti 180 perusahaan dari 18 negara antara lain India, Polandia, Belarusia, Taiwan, Korea Selatan, Indonesia, Latvia, Amerika Serikat, Rusia, Jepang, Pakistan, Spanyol, Turki, RRT, Ukraina dan Vietnam.
Sejumlah produk yang dipamerkan di antaranya adalah produk farmasi dan herbal, alat-alat kesehatan dan laboratorium, produk perawatan gigi dan kecantikan, pangan fungsional serta berbagai pelayanan rumah sakit dan medical tourism. (T/Sj/P1)
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Komite Perlindungan Jurnalis Kutuk Israel atas Tebunuhnya Tiga Wartawan di Lebanon