Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Turkiye Kecam Serangan Israel ke Pangkalan Militer Suriah

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:45 WIB

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:45 WIB

182 Views ㅤ

Menlu Turkiye Hakan Fidan (Anadolu Agency)

Ankara, MINA – Turkiye mengecam keras serangan udara Israel terhadap pangkalan militer Abu al-Duhur di wilayah Idlib, Suriah, Selasa (18/8). Ankara menilai serangan tersebut kembali menunjukkan tindakan Israel yang melanggar kedaulatan dan keutuhan wilayah Suriah.

Kementerian Luar Negeri Turkiye menyatakan serangan Israel terhadap infrastruktur dan kemampuan pertahanan Suriah harus dihentikan. Ankara juga menyerukan masyarakat internasional mengambil sikap lebih tegas terhadap tindakan yang dinilai melanggar hukum internasional dan mengancam stabilitas kawasan. Anadolu melaporkan, Rabu (19/8).

Serangan tersebut dilaporkan melibatkan sedikitnya delapan serangan udara yang menyasar pangkalan Abu al-Duhur, termasuk landasan pacu dan sejumlah fasilitas penyimpanan. Media pemerintah Suriah melaporkan serangan menimbulkan kerusakan material, tetapi tidak menyebabkan korban jiwa.

Israel disebut melancarkan serangan karena menilai adanya rencana pengerahan personel militer Turki ke pangkalan tersebut sebagai ancaman keamanan.

Baca Juga: Türkiye dan Pakistan Bersiap Kerahkan Pasukan ke Saudi

Pangkalan Abu al-Duhur yang sebelumnya tidak aktif disebut tengah menjalani proses rehabilitasi dengan dukungan Turki, yang menjadi salah satu pendukung utama pemerintahan Suriah saat ini.

Serangan terbaru ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Israel dan Turki terkait perkembangan keamanan Suriah.

Menteri Luar Negeri Turkiye Hakan Fidan sebelumnya menyebut serangan Israel terhadap wilayah Suriah sebagai salah satu ancaman terbesar terhadap stabilitas negara tersebut serta menyerukan penghormatan terhadap kedaulatan Suriah dan Perjanjian Pemisahan Pasukan 1974.

Amerika Serikat juga menyatakan serangan Israel tersebut sebagai eskalasi yang tidak perlu dan mendorong penyelesaian melalui jalur diplomatik.

Baca Juga: Berakhirnya Misi Militer AS, Irak Hadapi Tekanan Fragmentasi Internal

Sementara itu, Washington tengah mengupayakan mekanisme komunikasi antara Israel, Turki, dan Suriah untuk mencegah salah perhitungan yang dapat memicu konfrontasi lebih luas di kawasan. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Pakta Pertahanan Mekah Siap Kerahkan Pasukan Hadapi Houthi

Rekomendasi untuk Anda

Dunia Islam
Timur Tengah
Internasional
Dunia Islam