Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

UEA Tegaskan Tak akan Izinkan Penggunaan Wilayahnya untuk Serangan ke Iran

sri astuti Editor : Widi Kusnadi - Selasa, 27 Januari 2026 - 09:23 WIB

Selasa, 27 Januari 2026 - 09:23 WIB

11 Views ㅤ

Abu Dhabi, MINA – Uni Emirat Arab pada Senin (26/1) menegaskan kembali komitmennya untuk tidak mengizinkan penggunaan wilayah udaranya, wilayah teritorialnya, atau perairannya dalam “tindakan militer yang bermusuhan” terhadap Iran.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri UEA menekankan bahwa mereka juga berkomitmen untuk tidak memberikan dukungan logistik apa pun untuk serangan apa pun terhadap Teheran. Anadolu melaporkan.

Kementerian tersebut mengatakan bahwa UEA percaya dialog, de-eskalasi, kepatuhan terhadap hukum internasional, dan penghormatan terhadap kedaulatan negara merupakan fondasi paling efektif untuk mengatasi krisis saat ini, menggarisbawahi pendekatan negara Teluk tersebut untuk “menyelesaikan perselisihan melalui cara diplomatik.”

Ketegangan meningkat antara Washington dan Teheran sejak protes anti-pemerintah melanda beberapa kota di Iran bulan lalu karena memburuknya kondisi ekonomi.

Baca Juga: Türkiye dan Pakistan Bersiap Kerahkan Pasukan ke Saudi

Media AS mengatakan kapal induk USS Abraham Lincoln dan tiga kapal perusak yang menyertainya tiba pada Jumat di Samudra Hindia dalam perjalanan menuju Teluk Oman, untuk mengantisipasi serangan AS terhadap Iran.

Pada Sabtu, Presiden AS Donald Trump mengkonfirmasi laporan tersebut, mengatakan sebuah “armada” Amerika sedang menuju Timur Tengah dan bahwa Washington memantau situasi di Iran dengan cermat.

Pemerintahan AS mengatakan semua opsi, termasuk aksi militer, tetap terbuka dalam menangani Teheran, karena AS dan Israel berupaya mengubah sistem pemerintahan Iran.

Para pejabat Iran telah memperingatkan bahwa setiap serangan AS akan memicu respons “cepat dan komprehensif”.

Baca Juga: Berakhirnya Misi Militer AS, Irak Hadapi Tekanan Fragmentasi Internal

Juni lalu, Israel, dengan dukungan AS, melancarkan perang 12 hari melawan Iran, yang memicu serangan balasan drone dan rudal dari Teheran sebelum akhirnya Washington mengumumkan gencatan senjata. []

 

Mi’raj News Agency (MINA) 

Baca Juga: Pakta Pertahanan Mekah Siap Kerahkan Pasukan Hadapi Houthi

Rekomendasi untuk Anda