Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Uni Eropa Peringatkan Rencana Israel Blokir Bantuan ke Gaza

Mujiburrahman Editor : Widi Kusnadi - Rabu, 31 Desember 2025 - 22:13 WIB

Rabu, 31 Desember 2025 - 22:13 WIB

3 Views ㅤ

Komisioner Uni Eropa untuk Kesetaraan, Kesiapsiagaan, dan Manajemen Krisis, Hadja Lahbib (Akun X)

Brussel, MINA – Komisioner Uni Eropa untuk Kesetaraan, Kesiapsiagaan, dan Manajemen Krisis, Hadja Lahbib memperingatkan bahwa rencana Israel untuk memblokir organisasi non-pemerintah internasional (international non-governmental organizations/INGO) di Jalur Gaza berpotensi menghambat secara langsung bantuan kemanusiaan yang bersifat vital dan menyelamatkan nyawa warga sipil.

Peringatan tersebut disampaikan Lahbib pada Rabu (31/12), menanggapi kebijakan Israel yang berencana menerapkan undang-undang pendaftaran lembaga swadaya masyarakat terhadap INGO yang beroperasi di wilayah Gaza. Menurutnya, kebijakan tersebut tidak sejalan dengan prinsip kemanusiaan dan berisiko memperparah krisis yang sudah berlangsung.

“Rencana Israel untuk memblokir INGO di Gaza berarti menghalangi bantuan yang menyelamatkan nyawa. Uni Eropa telah menyampaikan sikapnya dengan jelas: undang-undang pendaftaran LSM tidak dapat diterapkan dalam bentuknya saat ini,” ujar Lahbib melalui platform X, sebagaimana dikutip Anadolu Agency, Rabu (31/12).

Lahbib menegaskan bahwa keberadaan INGO di Gaza sangat krusial, terutama dalam situasi darurat kemanusiaan akibat agresi berkepanjangan yang menyebabkan keterbatasan akses terhadap pangan, layanan kesehatan, air bersih, dan kebutuhan dasar lainnya. Pembatasan terhadap organisasi kemanusiaan internasional, lanjutnya, akan semakin mempersempit ruang gerak bantuan bagi warga sipil yang terdampak konflik.

Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme

Uni Eropa, kata Lahbib, secara konsisten menyerukan agar semua pihak menghormati hukum humaniter internasional, termasuk menjamin akses tanpa hambatan bagi bantuan kemanusiaan. Ia juga menekankan pentingnya perlindungan terhadap pekerja kemanusiaan yang menjalankan tugasnya di wilayah konflik.

Sejumlah organisasi kemanusiaan internasional sebelumnya juga menyuarakan keprihatinan serupa. Mereka menilai bahwa kebijakan pembatasan terhadap INGO dapat memperburuk kondisi kemanusiaan di Gaza, yang saat ini dinilai sebagai salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Uni Eropa berharap Israel dapat meninjau kembali rencana tersebut dan memastikan bahwa upaya bantuan kemanusiaan tetap dapat berjalan demi menyelamatkan nyawa dan menjaga martabat kemanusiaan di Jalur Gaza. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Rekomendasi untuk Anda