Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

UNICEF: 59 Anak Jadi Korban Serangan Israel di Lebanon Meski Ada Gencatan Senjata

Arina Islami Editor : Ali Farkhan Tsani - Kamis, 14 Mei 2026 - 23:42 WIB

Kamis, 14 Mei 2026 - 23:42 WIB

23 Views ㅤ

Israel Tingkatkan Serangan ke Lebanon, 500.000 Mengungsi
Gedung gedung hancur akibat serangan Zionis Israel di Lebanon (foto : x)

Beirut, MINA – UNICEF menyatakan sedikitnya 59 anak tewas atau terluka di Lebanon dalam sepekan terakhir meskipun telah ada perjanjian gencatan senjata.

Dalam pernyataannya yang dikutip Xinhua pada Rabu (13/5), UNICEF memperingatkan dampak fisik dan psikologis terhadap anak-anak Lebanon akan semakin memburuk akibat serangan yang terus terjadi.

Menurut data Kementerian Kesehatan Lebanon, sedikitnya 23 anak tewas dan 93 lainnya terluka sejak gencatan senjata mulai berlaku pada tengah malam antara 16 dan 17 April.

Dengan demikian, jumlah korban anak-anak di Lebanon sejak 2 Maret mencapai 200 anak tewas dan 806 lainnya terluka akibat serangan Zionis Israel.

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Pada Rabu saja, sedikitnya 33 orang, termasuk perempuan dan anak-anak, dilaporkan tewas dalam eskalasi serangan Israel di wilayah selatan dan tengah Lebanon, menurut Pusat Operasi Darurat Kesehatan Masyarakat Lebanon dan media lokal.

Direktur Regional UNICEF untuk Timur Tengah dan Afrika Utara, Edouard Beigbeder, mengatakan anak-anak seharusnya sudah kembali belajar dan bermain setelah adanya gencatan senjata.

“Anak-anak tewas dan terluka ketika mereka seharusnya kembali ke ruang kelas, bermain bersama teman-teman, dan pulih dari ketakutan serta kekacauan yang telah berlangsung berbulan-bulan,” ujarnya.

Beigbeder menambahkan, meskipun gencatan senjata bertujuan menghentikan kekerasan, anak-anak di Lebanon masih terus menghadapi serangan dan trauma berkepanjangan.

Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Gegara Konsulat Yerusalem

UNICEF juga mengungkapkan lebih dari 770.000 anak di Lebanon mengalami tekanan psikologis akibat kekerasan, pengungsian, dan kehilangan yang terus berulang.

Gejala yang dialami anak-anak dan keluarga mereka antara lain ketakutan, kecemasan, mimpi buruk, sulit tidur, hingga rasa putus asa.

UNICEF mendesak semua pihak untuk melindungi anak-anak dan memastikan gencatan senjata benar-benar dihormati demi keselamatan warga sipil, terutama anak-anak. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun

Rekomendasi untuk Anda