Universitas Ibrani Yerussalem Rilis 110 Manuskrip Baru Albert Einstein

Yerusalem, MINA – Lebih dari 110 manuskrip baru milik ilmuan Albert Einstein dipajang di Universitas Ibrani Yerussalem yang juga menandai peringatan 140 tahun kelahiran Einstein.

“Kami di Universitas Ibrani Yerusalem bangga melayani sebagai rumah abadi bagi warisan intelektual Albert Einstein, seperti keinginannya,” kata Direktur akademik arsip, Hanoch Gutfreund, seperti dikutip dari BBC, Kamis (7/3).

Koleksi baru ini bergabung dengan lebih dari 80.000 item di Arsip Albert Einstein termasuk medali, diploma, dan foto. Einstein adalah salah satu pendiri universitas dan menyumbangkan tulisan pribadi dan ilmiahnya untuk membuat Arsip Albert Einstein.

Koleksinya juga meliputi karya ilmiah pemenang penghargaan Nobel yang belum pernah dipublikasikan atau diteliti. Naskah-naskah tersebut dikumpulkan dari Yayasan Keluarga Crown-Goodman dan dibeli dari seorang kolektor pribadi di North Carolina.

Manuskrip berisi lampiran artikel Einstein tentang Unified Theory yang belum terlihat sejak 1930. Dalam teori tersebut Einstein telah menghabiskan tiga dekade untuk menyatukan kekuatan alam menjadi satu teori tunggal.

Menurut pihak Universitas Ibrani, lampiran itu dianggap hilang. Dalam satu catatan kepada sesama ilmuwan Michele Besso, Einstein mengakui bahwa setelah 50 tahun penelitian, ia tidak memahami sifat kuantum cahaya.

Koleksinya juga mencakup surat yang menyatakan keprihatinan Einstein tentang kebangkitan partai Nazi di Jerman. Dikirim ke putranya, Hans Albert pada tahun 1935, surat itu berbunyi: “Bahkan di Jerman segalanya perlahan mulai berubah. Semoga saja kita tidak akan terjadi perang Eropa terlebih dahulu.”

Pada 2017, sebuah surat dari Albert Einstein yang berhubungan dengan konsep agama dijual seharga hampir 2,9 juta dolar AS. (T/Sj/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)