Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Update Banjir Nepal Tewaskan 633 Orang, 3.000 Masih Hilang

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Ahad, 30 Agustus 2026 - 07:48 WIB

Ahad, 30 Agustus 2026 - 07:48 WIB

32 Views ㅤ

Banjir bandang di Nepal (foto: Kaidenesia)

Kathmandu, MINA – Banjir bandang dan longsor dahsyat yang menerjang kawasan perbatasan Nepal menewaskan sedikitnya 633 orang, sementara hampir 3.000 lainnya masih dinyatakan hilang.

Angka tersebut merupakan data sementara pada Ahad (30/8) dan akan terus diperbarui seiring tim penyelamat melakukan pencarian korban di wilayah yang sulit dijangkau. Kathmandu Post melaporkan.

Bencana terjadi pada Rabu (26/8) setelah runtuhnya gletser di kawasan Himalaya memicu longsoran material berupa es, batu, lumpur dan air dalam jumlah besar.

Aliran deras kemudian menerjang lembah dan permukiman di sepanjang sungai, menghancurkan rumah, jembatan, jalan, fasilitas pembangkit listrik, serta kawasan perbatasan Nepal-Tiongkok.

Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal

Sebagian besar korban berada di Nepal, sementara sejumlah korban lainnya tercatat di wilayah Tibet, Tiongkok. Ribuan orang yang masih hilang termasuk pekerja proyek pembangkit listrik, warga setempat, wisatawan dan warga negara asing yang berada di kawasan perbatasan.

Kondisi medan pegunungan, kerusakan infrastruktur dan cuaca buruk membuat proses pencarian berlangsung sangat berat.

Lebih dari 90.000 orang turut terdampak bencana tersebut. Tim penyelamat Nepal telah mengevakuasi ribuan korban selamat menggunakan helikopter, sementara personel militer dan aparat keamanan dikerahkan ke berbagai lokasi untuk mencari warga yang masih terjebak.

Sejumlah pekerja bahkan dilaporkan masih terperangkap di dalam terowongan proyek pembangkit listrik yang tertimbun lumpur.

Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi

Pemerintah Nepal juga menghadapi ancaman bencana susulan setelah terbentuk danau akibat material longsoran di kawasan pegunungan. Pemerintah Tiongkok memantau kondisi danau tersebut menggunakan teknologi penginderaan jauh, drone dan radar.

Risiko luapan dilaporkan mulai berkurang setelah permukaan air menyusut, tetapi kawasan tersebut tetap diawasi untuk mencegah bencana lanjutan.

Besarnya kerusakan membuat Nepal mulai membutuhkan bantuan internasional, khususnya dukungan teknis untuk operasi penyelamatan, pemulihan infrastruktur dan identifikasi jenazah.

Pemerintah Nepal memperkirakan biaya rekonstruksi dapat mencapai 4 hingga 5 miliar dolar AS. Di tengah proses pencarian yang masih berlangsung, pemerintah dan masyarakat Nepal menghadapi pekerjaan besar untuk memulihkan kehidupan warga serta infrastruktur yang rusak akibat bencana tersebut. []

Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda

Dunia Islam
Timur Tengah
Info MINA
Dunia Islam
Palestina