Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Utusan Palestina untuk PBB: Tarik Penuh Pasukan Israel dari Gaza

Ali Farkhan Tsani Editor : Rudi Hendrik - Kamis, 29 Januari 2026 - 09:19 WIB

Kamis, 29 Januari 2026 - 09:19 WIB

9 Views ㅤ

Utusan Palestina untuk PBB, Riyad Mansour [Foto: Al Arabiya]

New York, MINA – Utusan Palestina untuk PBB Riyad Mansour pada Rabu (28/1) mendesak penarikan penuh seluruh pasukan Israel dari Jalur Gaza sebagai bagian dari gencatan senjata permanen.

“Israel sepenuhnya harus menarik diri dari wilayah itu dan mengakhiri upaya untuk mendikte masa depan Gaza, menekankan bahwa penderitaan Palestina harus berakhir dengan urgensi yang sama yang diberikan kepada bangsa lain,” ujar Mansour. Dikutip dari Anadolu.

Menyambut kesepakatan gencatan senjata Gaza yang dicapai pada Oktober 2025, Mansour mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB: “Kami mendukung rencana tersebut karena menawarkan jalan segera untuk mengakhiri pembunuhan dan penderitaan, kelaparan, dan bencana kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya yang menimpa rakyat Palestina di Gaza.”

“Sementara kami mengakui bahwa ribuan nyawa telah diselamatkan oleh gencatan senjata, tujuan-tujuan ini belum sepenuhnya tercapai,” lanjutnya.

Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900

Ia juga menyambut baik penyelesaian pembebasan semua sandera dan tahanan Israel, baik yang hidup maupun yang tewas.

Mansour mempertanyakan kurangnya akuntabilitas bagi para korban Palestina dan mempertanyakan, “Bagaimana dengan keluarga Palestina yang tak terhitung jumlahnya, orang yang dicintainya telah terbunuh, dengan ribuan jenazah masih terkubur di bawah puing-puing yang belum ditemukan, belum diidentifikasi dan harus dimakamkan secara bermartabat?”

“Bagaimana dengan keluarga yang menunggu kembalinya ribuan orang yang ditolak, disiksa, dipermalukan, kelaparan, diperkosa, atau hilang?” tanyanya.

Dia juga mengecam tindakan pendudukan Israel terhadap organisasi kemanusiaan, termasuk terhadap badan pengungsi Palestina PBB (UNRWA) dan LSM.

Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa

Dia mengatakan kemampuan mereka untuk beroperasi telah dirusak oleh serangan berulang Israel terhadap fasilitas PBB, termasuk “penyitaan dan penghancuran markasnya di Yerusalem Timur yang diduduki.”

Ia menekankan Israel tidak memiliki kedaulatan atas tanah Palestina.

“Kami berkewajiban untuk menggarisbawahi, sekali lagi, bahwa Israel bukanlah pemilik kedaulatan di wilayah Palestina,” ia menambahkan.

“Pendudukan ilegal ini tidak memiliki hak apa pun di Palestina yang diduduki, termasuk di Yerusalem,” imbuhnya.

Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka

Dia mengatakan Gaza harus dipersatukan kembali dengan Tepi Barat yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur, dan bahwa penentuan nasib sendiri dan kenegaraan Palestina “tidak dapat dibuang.”

Mansour lebih lanjut menegaskan kembali kesiapan Palestina untuk bekerja dengan AS dan mitra internasional untuk menegakkan gencatan senjata, dengan mengatakan Palestina sedang menunggu pemulihan dan pembangunan kembali.

Palestina membutuhkan perdamaian yang adil lebih dari negara lain karena paling menderita, dan Palestina mencari jalan damai menuju kebebasan. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Netanyahu Ancam akan Lakukan Lebih Banyak Pembunuhan di Gaza

Rekomendasi untuk Anda