New York, MINA – Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menegaskan, negaranya tidak akan menjadi inisiato perang, tetapi akan dengan tegas mempertahankan kedaulatan.
“Iran tidak akan menjadi inisiator perang apa pun, tetapi akan dengan tegas membela kedaulatannya,” tegasnya saat berbicara dalam pertemuan Hak Asasi Manusia di Perserikatan Bangsa-Bangsa, New York, pada Senin (23/2), Al-Mayadeen melaporkan.
“Musuh mungkin dapat memulai perang melawan Iran, tetapi mereka tidak akan dapat mengakhirinya,” katanya.
Gharibabadi mencatat bahwa “konsekuensi perang melawan Iran tidak akan terbatas pada kedua pihak yang terlibat.”
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
“Musuh-musuh Iran telah dikalahkan dalam agresi mereka, sehingga mereka berusaha membuka jalan bagi serangan militer lain dengan menimbulkan kekacauan dan keresahan serta membajak protes damai,” katanya, merujuk kepada protes damai bulan lalu yang berubah menjadi kekacauan dengan ribuan kematian yang dilaporkan.
Gharibabadi juga menegaskan kembali hak energi nuklir Iran yang damai bersifat inheren, yang tidak dapat dinegosiasikan, dan dijamin berdasarkan hukum internasional. Ia menekankan bahwa hak ini tidak dapat ditangguhkan atau ditolak secara sewenang-wenang.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah perundingan nuklir Iran yang sedang berlangsung dan perdebatan baru mengenai negosiasi Iran-AS terkait potensi perjanjian nuklir. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
















Mina Indonesia
Mina Arabic