Gaza, MINA — Serangan udara Israel menghantam sebuah bangunan hunian di sebelah barat Kota Gaza, Sabtu (3/10) lalu, menewaskan lima warga Palestina, termasuk seorang ibu dan putrinya yang berasal dari komunitas Kristen Gaza.
Serangan tersebut terjadi di kawasan Al-Rimal dan mengenai lantai dasar gedung Al-Asalah, dekat Bundaran Haider Abdel Shafi. Wafa melaporkan.
Dua korban dari komunitas Kristen itu adalah Maysaa Khader Ibrahim Abu Daoud dan putrinya, Mary Hafez Michel Najjar. Keduanya dikenal aktif membantu jemaat serta warga Palestina yang mengungsi di tempat penampungan yang dikelola Gereja Keluarga Kudus di Gaza, menurut Komite Kepresidenan Tinggi Palestina untuk Urusan Gereja.
Selain Maysaa dan Mary, tiga warga Palestina lainnya turut tewas dalam serangan tersebut. WAFA melaporkan empat dari lima korban merupakan perempuan, sementara sejumlah warga lainnya mengalami luka-luka. Tim penyelamat juga melakukan pencarian di antara reruntuhan bangunan untuk memastikan tidak ada korban lain yang tertinggal.
Baca Juga: Israel Buka Tender 1.080 Unit Permukiman Baru di Yerusalem Timur
Jenazah Maysaa dan Mary kemudian disemayamkan dan dimakamkan melalui prosesi di Gereja Santo Porphyrius, Gaza City, pada Sabtu. Kardinal Pierbattista Pizzaballa, Patriark Latin Yerusalem, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga kedua korban dan komunitas Kristen di Gaza atas kematian mereka akibat serangan udara tersebut.
Militer Israel mengatakan serangan itu menargetkan Ali al-Amoudi, yang disebutnya sebagai pejabat Hamas di Gaza, dan menyatakan bangunan tersebut digunakan Hamas. Militer Israel belum memastikan apakah target tersebut tewas dalam serangan. Sementara itu, laporan mengenai jatuhnya korban sipil terus muncul di tengah serangan udara dan tembakan yang masih berlangsung di berbagai wilayah Gaza.
Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui OCHA sebelumnya terus melaporkan bahwa serangan udara dan kekerasan di Gaza masih menyebabkan korban sipil, termasuk anak-anak. Kondisi tersebut berlangsung di tengah situasi kemanusiaan yang masih berat, dengan jutaan warga Gaza menghadapi keterbatasan tempat tinggal, layanan dasar, dan perlindungan dari kekerasan. []
Baca Juga: Ben-Gvir Gunakan Kebencian terhadap Arab dan Islam sebagai Kampanye Pemilu
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic