Tel Aviv, MINA – Puluhan warga Yahudi ultra-Ortodoks memblokir jalan utama dekat Tel Aviv pada Senin (22/12) malam untuk memprotes penangkapan seorang penghindar wajib militer dari komunitas mereka, menurut media Israel.
Channel 12 melaporkan, para pemrotes dari komunitas Haredi memblokir Jalan Raya 4, sebuah jalur vital di area Gush Dan, Tel Aviv.
Protes ini dipicu oleh penangkapan seorang penghindar wajib militer, yang berhasil melarikan diri dari polisi militer dengan bantuan para pemrotes yang tiba di lokasi dan membalikkan kendaraan polisi.
Wajib militer di Israel berlaku untuk semua pria dan wanita berusia 18 tahun. Komunitas Haredi, yang membentuk sekitar 13 persen dari populasi Israel yang berjumlah 10 juta jiwa, menyatakan bahwa dinas militer mengancam identitas religius dan struktur komunitas mereka, karena mereka mendedikasikan hidup untuk mempelajari Taurat.
Baca Juga: Netanyahu Tersingkir, Presiden Israel Isaac Herzog Tunjuk Gadi Eisenkot Bentuk Pemerintahan
Rabi-rabi terkemuka telah mendesak pengikutnya untuk menolak wajib militer dan merobek surat perintah pendaftaran.
Selama beberapa dekade, sebagian besar pria ultra-Ortodoks menghindari dinas militer melalui penundaan berulang untuk studi agama hingga mencapai usia pengecualian, yang saat ini ditetapkan pada 26 tahun.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Israel Tetap Serang Gaza Meski Banjir Rendam Ribuan Tenda Pengungsi
















Mina Indonesia
Mina Arabic