Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

22 Ribu Guru dan Santri Terdampak Banjir Aceh Terima Bantuan Rp43 Miliar

Ansaf Muarif Gunawan Editor : Rudi Hendrik - 20 jam yang lalu

20 jam yang lalu

15 Views ㅤ

Jalan darurat amblas setelah dihantam banjir di di Krueng (Sungai) Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, Selasa (31/3/26). (Foto Waraga)

Banda Aceh, MINA – Sebanyak 22.059 guru pesantren dan santri terdampak banjir di Aceh akan menerima bantuan lebih dari Rp43 miliar yang dijadwalkan cair pada pekan ketiga November 2026.

Bantuan tersebut terdiri atas Rp12,96 miliar untuk 4.321 guru pesantren dan Rp31,92 miliar bagi 17.738 santri. Masing-masing penerima memperoleh Rp3 juta untuk guru dan Rp1,8 juta untuk santri.

Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i menyerahkan bantuan secara simbolis dalam kegiatan pembinaan aparatur sipil negara Kantor Wilayah Kemenag Aceh, Kamis (5/11).

Kepala Kanwil Kemenag Aceh Azhari mengatakan, bantuan tersebut diperuntukkan bagi guru dan santri yang terdampak banjir pada akhir tahun lalu.

Baca Juga: Harga Emas Hari Ini, Ahad 8 November 2026

Saat ini, panitia sedang menyiapkan rekening masing-masing penerima. Setelah proses administrasi selesai, dana akan ditransfer langsung kepada penerima bantuan.

Selain bantuan langsung, pemulihan fasilitas pendidikan dan keagamaan yang rusak akibat banjir juga terus berlangsung. Rehabilitasi kantor Kemenag di Aceh Tamiang, Aceh Utara, dan Kota Langsa masih dikerjakan.

Sementara itu, rehabilitasi dan pengadaan peralatan Kantor Urusan Agama (KUA) telah mencapai progres fisik 85 persen. Pembangunan kembali Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Pidie Jaya yang hanyut diterjang banjir juga telah mencapai 43,31 persen.

Penanganan rumah ibadah dan pondok pesantren yang terdampak turut dilakukan melalui penyaluran bantuan secara bertahap.

Baca Juga: Banjir Aceh Masih Jadi Perhatian, Hujan Lebat Berpotensi Picu Bencana Susulan

Azhari mengatakan, percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi diperlukan karena waktu efektif pelaksanaan program tersisa sekitar tiga bulan.

Sejumlah lokasi bahkan kembali terdampak banjir sehingga membutuhkan penanganan lanjutan.

Di sisi lain, pemerintah sedang mempersiapkan Tim Koordinasi Penanganan Bencana untuk memperkuat respons kebencanaan hingga tingkat daerah dan Kantor Urusan Agama.

Wakil Menteri Agama Romo Syafi’i mengatakan, tim tersebut akan mengoordinasikan penanganan tanggap darurat, pendataan korban dan wilayah terdampak, serta penyaluran bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi. []

Baca Juga: Harga Emas Hari Ini, Sabtu 7 November 2026

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda