Banda Aceh, MINA – Sejumlah wilayah di Provinsi Aceh masih menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi menyusul potensi hujan lebat yang dapat memicu banjir dan tanah longsor, Sabtu (7/11).
Peringatan cuaca yang bersumber dari BMKG menyebutkan hujan lebat disertai petir berpotensi terjadi di sejumlah kecamatan di Aceh Timur dan Aceh Tamiang, termasuk wilayah Peureulak, Idi Timur, Bendahara, dan Seruway.
Di Kabupaten Pidie Jaya, pemerintah daerah menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari sejak banjir merendam 22 gampong di lima kecamatan.
Berdasarkan data BPBD Pidie Jaya, sebanyak 762 warga terdampak banjir, sementara empat kepala keluarga di Gampong Dayah Usen, Kecamatan Meurah Dua, terpaksa mengungsi.
Baca Juga: Harga Emas Hari Ini, Ahad 8 November 2026
Banjir juga menyebabkan kerusakan pada fasilitas umum, tiga titik tanggul membutuhkan penanganan, serta terganggunya layanan air bersih PDAM di Kecamatan Panteraja.
Pemerintah daerah memprioritaskan penanganan wilayah terdampak, pembersihan jalan yang tertutup lumpur, serta perbaikan tanggul kritis untuk mengurangi risiko banjir berulang.
Sementara itu, masyarakat di sejumlah wilayah Aceh diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan lebat, luapan sungai, dan kemungkinan tanah longsor. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: 22 Ribu Guru dan Santri Terdampak Banjir Aceh Terima Bantuan Rp43 Miliar
















Mina Indonesia
Mina Arabic