Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pascabencana Desember 2025, Sekolah di Aceh Utara Masih Kekurangan Sarana Pembelajaran

Ansaf Muarif Gunawan Editor : Rudi Hendrik - Kamis, 11 Juni 2026 - 23:16 WIB

Kamis, 11 Juni 2026 - 23:16 WIB

42 Views ㅤ

Siswa SDN Alue Lhok, Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat, mengikuti kegiatan belajar mengajar di tenda darurat setelah gedung sekolah rusak akibat banjir bandang.(Foto: Ilustrasi AI)

Jakarta, MINA – Pascabencana yang melanda Aceh pada Desember 2025, sejumlah sekolah di Kabupaten Aceh Utara masih membutuhkan dukungan sarana pembelajaran. Hal tersebut disampaikan Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil, saat beraudiensi dengan Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, di Jakarta, Kamis (11/6).

Dalam pertemuan tersebut, Ismail menyampaikan berbagai kebutuhan sektor pendidikan di Aceh Utara, termasuk kondisi sejumlah sekolah yang masih memerlukan perhatian pemerintah.

“Selain itu, ia juga mengapresiasi bantuan sarana dan prasarana keagamaan yang selama ini telah diberikan Kementerian Agama, terutama pascabencana yang melanda Aceh pada Desember 2025,” kata Ismail.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Agama Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa pembangunan dan pengelolaan sekolah umum negeri merupakan kewenangan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat

Sementara itu, Kementerian Agama berfokus pada pengembangan pendidikan keagamaan melalui madrasah dan pesantren.

Meski demikian, Menag menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendukung pengembangan pendidikan keagamaan di Aceh.

Menurutnya, Aceh memiliki tradisi keislaman yang kuat dan menjadi salah satu daerah dengan jumlah madrasah serta pesantren yang sangat besar.

“Insya Allah saya akan berkunjung ke Aceh Utara. Kementerian Agama memiliki komitmen untuk terus mendukung pengembangan pendidikan keagamaan di Aceh karena daerah ini memiliki tradisi keislaman yang kuat serta jumlah madrasah dan pesantren yang sangat besar,” ujar Menag.

Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat

Ia menambahkan, pembangunan fisik satuan pendidikan keagamaan dilaksanakan melalui Kementerian Pekerjaan Umum. Saat ini pemerintah juga telah mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk mendukung sektor pendidikan di Aceh.

“Untuk pendidikan di Aceh, anggaran yang dialokasikan saat ini mencapai sekitar Rp399 miliar melalui Kementerian Agama dan ditambah dukungan dari Kementerian Pekerjaan Umum sekitar Rp400 miliar. Bantuan ini akan diberikan secara bertahap, termasuk untuk mendukung kebutuhan sarana pendidikan,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Aceh Utara juga mengundang Menteri Agama untuk berkunjung ke daerahnya. Pemerintah Kabupaten Aceh Utara telah menyiapkan lahan sekitar 6–7 hektare untuk pengembangan fasilitas pendidikan keagamaan, termasuk rencana pengembangan pesantren di kawasan bersejarah Samudra Pasai.

Selain pendidikan, Menag turut mendorong pengembangan situs-situs sejarah Islam di Aceh agar dapat memperoleh dukungan pembiayaan dari pemerintah pusat melalui kementerian terkait. Menurutnya, potensi sejarah dan peradaban Islam di Aceh sangat besar dan layak menjadi bagian dari penguatan identitas serta pembangunan daerah. []

Baca Juga: Forum Zakat Soroti Perlindungan dan Profesionalisme Amil

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda

Indonesia
Indonesia
Indonesia