Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

22 Stasiun Oksigen di Gaza Tak Beroperasi Akibat Blokade Israel

Hasanatun Aliyah Editor : Widi Kusnadi - Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:22 WIB

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:22 WIB

13 Views

Orang-orang membawa peralatan dan tabung oksigen di pusat produksi dan pengisian oksigen Rumah Sakit Nasser di Khan Yunis, Gaza, Palestina pada 6 Mei 2026. (Foto: Abed Rahim Khatib/Anadolu Agency)
Orang-orang membawa peralatan dan tabung oksigen di pusat produksi dan pengisian oksigen Rumah Sakit Nasser di Khan Yunis, Gaza, Palestina pada 6 Mei 2026. (Foto: Abed Rahim Khatib/Anadolu Agency)

Gaza, MINA – Setidaknya 22 dari 34 stasiun oksigen di Jalur Gaza terpaksa tidak beroperasi, demikian peringatan Kementerian Kesehatan Palestina pada Sabtu (15/8).

Kementerian Kesehatan menyatakan 12 stasiun yang masih beroperasi bekerja dalam kondisi teknis dan mekanis yang sangat rumit, sehingga semakin sulit memenuhi kebutuhan oksigen fasilitas kesehatan.

Kemenkes Palestina mengatakan kapasitas operasional stasiun telah habis total dan beroperasi di luar kapasitas maksimum di tengah kerusakan yang semakin sering terjadi.

Hanya empat dari 30 perangkat yang digunakan untuk mengisi tabung oksigen yang masih berfungsi dan diperingatkan bisa berhenti kapan saja karena tim teknis tidak dapat melakukan perawatan darurat.

Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900

Kemenkes Palestina memperingatkan stasiun yang tersisa menghadapi kelumpuhan total sehingga mengancam pasokan oksigen ke rumah sakit dan pasien yang menjalani perawatan di rumah.

Mereka menyerukan, pembukaan jalur segera dan langsung untuk memasukkan suku cadang dan peralatan teknis yang dibutuhkan serta pengiriman stasiun oksigen baru.

Peringatan tersebut muncul setelah Doctors Without Borders (MSF) pada 12 Agustus menyatakan otoritas Israel terus membatasi masuknya oli mesin dan suku cadang yang dibutuhkan untuk mengoperasikan generator rumah sakit, ambulans, dan fasilitas vital lainnya, membahayakan ribuan nyawa.

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan dalam laporan terbarunya mengatakan penyeberangan Kerem Shalom tetap menjadi satu-satunya pintu masuk barang ke Gaza, sementara pembatasan terus diberlakukan pada beberapa pasokan penting dan jenis peralatan.[]

Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda